Ilustrasi tembok raksasa. (konten.co.id)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Salah satu tanda kiamat segera datang adalah munculnya dua suku perusak yang bakal menguasai bumi yaitu Ya’juj dan Ma’juj.

Banyak dikisahkan sebelumnya, Zulkarnain, seorang raja besar telah mengurung kaum Ya’juj dan Ma’juj. Kedua suku itu dikurung di sebuah lembah di antara dua gunung tinggi (assaddain) dengan cara membangun tembok penghalang terbuat dari besi dan tembaga, seperti diceritakan dalam Alquran surah al-Kahfi ayat 93-97.

Cerita itu juga sesuai dengan hadist (QS. Al-Anbiyaa: 96) Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.

Mereka merupakan manusia keturunan Nabi Adam AS namun mempunyai ciri khas yang membedakan dengan manusia lain. Pada umumnya, wajah mereka lebar, mata kecil (sipit), dan rambut atasnya berwarna putih.

Diriwayatkan Ya’juj dan Ma’juj nanti akan keluar dan menghancurkan tembok besar yang dibangun Zulakrnain. Mereka keluar dengan tergesa-gesa dan langsung membuat kerusakan di bumi.

Dalam Surat Al Kahfi 18:95-96, Allah berfirman:

Zulkarnain berkata: “Apa yang telah dianugerahkan kepadaku lebih baik (daripada imbalanmu), maka bantulah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan penutup/penghalang antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi! Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Zulkarnain: “Tiuplah!” Hingga apabila dia (Zulkarnain) menjadikannya api, diapun berkata: “Berilah aku leburan tembaga agar aku tuangkan ke atasnya.”

Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj itu merupakan salah satu tanda dekatnya kiamat. Bahkan diriwayatkan saat mereka keluar semua dari kurungannya akan meminum habis Danau Tiberias. Setelah itu keluarlah dajjal.

Bila mereka sudah menguasai bumi, tidak ada manusia yang mampu menghentikannya. Hanya Allah SWT yang bisa menghancurkannya dengan mengirim sejenis ulat untuk menyerang mereka, dan jasadnya menjadi busuk. Setelah itu datanglah burung-burung untuk mengangkut jasad Ya’juj Ma’juj dan kemudian turunlah hujan untuk membersihkannya.

Banyak pendapat yang mengatakan  tembok untuk mengurung kedua suku perusak itu dibangun di daerah Kaukasia, di antara dua lautan yaitu Laut Hitam dan Laut Kaspia. Ini merupakan hasil penafsiran surah al-Kahfi ayat 86-90 soal perjalanan Zulkarnain yang dikisahkan bertemu dua perairan berwarna pekat di bagian barat dan timur.

Penduduk di wilayah itu memiliki bahasa yang sulit dipahami.(Yuri Giantini)

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here