Karl May
Karl May

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dr Karl May, atau Karl Friedrich May merupakan penulis kebangsaan Jerman yang sangat populer. Karya-karyanya selalu laris di seluruh dunia. Meskipun begitu, Karl May ternyata seorang pembohong ulung saat membuat karya-karyanya.

Karl May lahir pada 25 Februari 1842. Lahir dengan mata yang buta, namun pada umur 4 tahun berhasil sembuh. Sejak kecil suka membaca banyak jenis buku. Walaupun pernah merasakan sel penjara karena kasus pencurian sekitar usia 27 tahun, ia tetap banyak membaca buku. Buku-buku yang ia baca, salah satunya adalah buku Geografi.

Ketika Winnetou terbit, banyak orang-orang besar dunia seperti Adolf Hitler hingga Albert Einstein mengakui sebagai penggemar berat karya-karya Karl May. Bahkan, pemuda Indonesia era tahun 1930-an juga mengaku semakin bersemangat dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia setelah membaca karya Karl May.

Old Shatterhand

Karya-karyanya bercerita tentang petualangan seseorang bernama Old Shatterhand ke seluruh penjuru dunia. Di Winnetou, Old Shatterhand berkunjung ke Amerika. Sedangkan dalam karya Kara Ben Nemsi, Karl May menulis karakter seorang bernama Kara Ben Nemsi yang berkunjung ke daerah gurun di utara Afrika. Dari total 70-an karyanya, Old Shatterhand dan Kara Ben Nemsi merupakan karya yang laris di seluruh dunia.

Winnetou
Winnetou

Karl May pernah mengakui bahwa ia telah melakukan perjalanan ke seluruh dunia dan menuliskannya dalam kisah novel kepada wartawan.

Tentu saja, semua penggemarnya dari berbagai belahan dunia percaya. Apalagi, Karl May punya bukti berupa barang-barang seperti senapan perak, kalung dari gigi binatang, kulit beruang dan banyak barang-barang unik lainnya yang berasal dari petualangan nya.

Namun, Karl May yang membuka kebohongannya. Ia menuliskannya dalam sebuah karya otobiografi, dua tahun sebelum meninggal. Ia menceritakan bahwa ia tak pernah melakukan perjalanan itu. Barang-barang yang ia sebut sebagai bukti itupun didapatkannya dengan membeli barang-barang yang sudah jadi. Hal itu ditujukan untuk memenuhi keinginan imajinasinya.

Ia juga menulis kalau ia tak mau memisahkan dunia nyata dan dunia khayalnya. Winnetou adalah sahabat dan saudara dalam imajinasinya, begitu juga dengan perjalanan dan petualangannya. Karena itu, ia mendapat julukan “Pengkhayal nomor satu dunia”, bahkan julukan lain yang diberikan pada Karl May adalah “Pembohong nomor satu dunia”.

Tak ada satupun yang mampu menampik sumbangan besar penulis ini pada dunia. Seruan perdamaian, nilai kemanusiaan dan peduli terhadap lingkungan yang berdengung lewat karya-karyanya akan selalu menjadi nilai positif yang selalu dikenang pembacanya.

Reporter: Muhammad Raja A.P.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here