Foto: Istimewa

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebagian orang ada yang menyamakan arti dari disabilitas dan difabel. Kedua kata tersebut, ternyata memiliki arti yang berbeda.

Walaupun kata tersebut sudah tak asing di dengar. Namun, banyak orang yang tak mengetahui arti dari dua kata tersebut. Istilah ini digunakan untuk penyandang cacat atau menggambarkan seseorang yang tak bisa menjalankan aktivitas layaknya orang sehat dan normal.

Sebenarnya perbedaan disabilitas dan difabel tak jauh beda. Disabilitas merupakan kondisi pembatasan aktivitas dilingkungan sekitarnya karenakan adanya keterbatasan fisik, intelektual, mental atau sensorik dalam jangka waktu yang lama.

Terdapat jenis-jenis disabilitas antara lain yang pertama, disabilitas fisik: amputasi, lumpuh, paraplegi, stroke, disabilitas akibat kusta, cerebral palsy (CP). Kedua, disabilitas intelektual: down syndrome, kretinisme, mikrosefali, makrosefali, dan skafosefali. Ketiga, disabilitas mental: skizofrenia, demensia, afektif bipolar, retardasi mental. Keempat, disabilitas sensori: disabilitas netra, disabilitas rungu, dan disabilitas wicara.

Istilah disabilitas ini berasal dari bahasa Inggris yang berarti kehilangan kemampuan. Biasanya, istilah ini digabungkan dengan kata penyandang menjadi penyandang disabilitas. Disabilitas mengacu pada kecacatan yang dimiliki seseorang. Hal ini, yang menghambat aktivitas mereka.

Istilah disabilitas lebih tepat untuk digunakan dibanding dengan kata cacat. Karena, kata cacat dikhawatirkan dapat menimbulkan berbagai penafsiran.

Untuk menghindari hal tersebut, pemakaian kata disabilitas lebih disarankan. Jika nanti kondisi mereka sudah terpenuhi, mereka tak dapat disebut penyandang disabilitas lagi. Istilah ini juga sering digunakan di dunia internasional.

Difabel didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki kemampuan dalam menjalankan aktivitas berbeda bila dibandingkan dengan orang-orang kebanyakan, serta belum tentu diartikan sebagai “cacat” atau disabled. Munculnya istilah difabel diciptakan oleh Mansour Fakih, seorang aktivis sosial di Indonesia.

Istilah difabel mulai terkenal pada tahun 1990, saat ia berpikir bahwa istilah cacat dan disabilitas sudah tak sesuai. Pada tahun 1996, Fakih menyarankan kata difabel untuk menggantikan istilah penyandang cacat. Difabel merupakan kepanjangan dari differently abled people.

Melansir dari halodoc, “Contoh David yang mengalami cerebral palsy. Keadaan ini membuat David kesulitan untuk memenuhi peran normal di rumah, sekolah, dan di lingkungan masyarakat. Kondisi inilah yang disebut dengan difabel. Sederhananya, difabel adalah kondisi ketika seseorang yang memiliki keterbatasan, baik fisik maupun mental mengalami kesulitan untuk melakukan peran tertentu.” Difabel ini merupakan bentuk ucapan lebih halus kepada seseorang yang mengalamai keterbatasan tersebut atau disabilitas.

Istilah disabilitis dan difabel merupakan sama-sama menggambarkan seseorang yang mengalami kekurangan fisik maupun mental. Namun, istilah difabel terdengar lebih sopan dan pantas untuk menjelasakan kondisi seseorang yang memiliki keterbatasan.

Dengan menyebutkan disabilitas berarti menggambarkan orang tersebut tidak mampu melalukan aktivitas orang normal. Untuk itu kamu jangan menyebutnya lagi dengan kata penyandang cacat. Kamu dapat menyebutnya dengan istilah difabel.

Reporter: Azizah Putri Octavina

1 KOMENTAR

  1. menurut saya lebih baik di sebut difabel, karena difabel katanya seperti different ability yang artinya mempunyai kemampuan yg berbeda, sedangkan disabilitas katanya seperti disable artinya melumpuhkan. karena orang yang mempunyai kekurangan pasti dia mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki orang normal lainnya.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here