Restoran Bali Kitchen di New York
Restoran Bali Kitchen di New York

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nasi goreng merupakan makanan yang populer di Indonesia, bahkan nasi goreng mudah diijumpai di mana saja. Mulai dari pedagang kaki lima, restoran hingga hotel berbintang lima.

Saking populernya nasi goreng boleh dibilang menjadi menu sarapan andalan di pagi hari dan penyelamat kelaparan di malam hari. Namun, bagaimana makanan sederhana ini menjadi populer? Berikut beberapa orang yang mempopulerkan nasi goreng di luar negeri.

1. Jazz Pasay

Jazz Pasay merupakan mantan seorang dokter dan perancang busana asal Indonesia yang kini giat mendirikan restoran bernama ‘Bali Kitchen’. Restoran terletak di Manhattan New York tepatnya di East Village 128 E 4th St (1st Ave) New York berhasil memperkenalkan kuliner Indonesia kepada warga New York.

Jazz tahu tentang kelangkaan makanan dan budaya di New York dan AS secara umum. Maka, Ia mencoba untuk terjun ke dunia masak dengan mencari cara untuk terus ingat akan budayanya dan membawanya ke rumah barunya, Bali Kitchen.

Diketahui Bali Kitchen merupakan satu-satunya restoran Indonesia di Manhattan New York. Seperti dikutip dari video VOA pada 5/12/18 dalam wawancara Bali Kitchen, Restoran Indonesia di New York, Amerika. Jazz memperkenalkan makanan Indonesia dengan penyajian yang terlihat menarik dan instagramable. ”Jadi dalam hal komposisi warna, komposisi tekstur makanan, itu benar-benar saya pikirkan,” ujar Jazz

Membuka restoran di Manhattan, Jazz memulai dengan lima menu nasional yaitu nasi goreng, rendang, sate, soto dan gado-gado. Setidaknya, itulah awal mula Jazz membuka Bali Kitchen pada 2017. Jazz pun memikirkan perbedaan kultur dan cita rasa antara makanan Indonesia dengan Amerika. Hingga Jazz memutuskan untuk tidak memasukkan sambal terasi kedalam daftar menu. Hal itu dikhawatirkan selera yang berbeda karena sambal terasi memiliki aroma dan rasa yang menyengat.

Sesuai dengan nama restoran, Jazz juga menghidangkan menu masakan Bali. Menariknya Jazz juga memiliki konsep makanan sehat dengan pilihan menu vegan dan vegetarian. ”Jadi karena saya ingin memperkenalkan Indonesia, otomatis saya harus sedikit kompromi misalnya tidak pakai terasi, terus abis itu kita ciptakan vegan dan vegetarian jadi itu sebenarnya adalah beradaptasi dalam rangka memperkenalkan kepada masyarakat sini,” ungkap Jazz.

2. Louisa Johanna Theodora Wieteke Van Dort

Louisa Johanna Theodora Wieteke Van Dort adalah sosok perempuan kelahiran Surabaya, 16 Mei 1943 yang sukses berkarier sebagai aktris, kabaretis dan penyanyi di Belanda. Namanya kini sudah dikenal oleh seluruh mancanegara, namun siapa sangka Ia bisa dibilang berjasa dalam mempopulerkan nasi goreng melalui lagu ciptannya berjudul “Geef Mij Maar Nasi Goreng” yang artinya Beri Saja Aku Nasi Goreng.

Lagu ini berkisah tentang kerinduan Wieteke terhadap makanan nasi goreng. Kisah bermula ketika Wieteke kena dampak hubungan Indonesia-Belanda yang memanas akibat konflik Irian Barat pada 1957 lalu, dengan terpaksa angkat kaki dan pergi dari kota kelahirannya dan pulang ke negeri leluhurnya, Belanda.

Sesampainya, Ia tak pernah menyangka kota Den Haag di Belanda saat itu begitu dingin. Bahkan selama di perjalanan Ia pun dihidangkan makanan yang tak enak selama di kapal menuju perjalanan ke Eropa. “Benar-benar payah!” ujar Wieteke, menunjuk makanan Belanda, yang kemudian ucapnya kembali “beri saja nasi goreng dengan ommelet” pintanya.

Hingga pada 1979, Wieteke yang saat itu kondang sebagai aktris kabaret guna melepas kerinduannya menampilkan kabaret melalui sebuah lagu berjudul “Geef Mij Maar Nasi Goreng”. Tak disangka lagu itu membawa popularitas nasi goreng ke seantero Eropa.

3. Andrianto

Andri adalah perantau Indonesia asal Sragen yang bekerja di negara Amerika, Ia adalah seorang chef di salah satu restoran bernama Shogan Japanese Steak. Lelaki berumur 24 tahun ini sudah berkarier sejak 2012 menjadi chef pembuat nasi goreng. Selain sebagai chef nasi goreng, ia juga senang mengabadikan kegiatan sehari-harinya dan mengupload-nya di youtube.

Salah satunya video konten yang bertagar Andri Life Story,  menceritakan kehidupannya sebagai tukang nasi goreng di Amerika. Andri merekam kegiatannya mulai dari bangun tidur, yang kemudian berisap-siap untuk berangkat kerja.

Sesampainya, Andri menjelaskan beberapa pekerjaan yang akan dikerjakan. Sebelum mulai Andri berganti pakaian menggunakan seragam chef. Kemudian pekerjaan dasar yang ia harus kerjakan adalah mempersiapkan bahan-bahan lainnya seperti memotong daging sapi mentah, dan bersama teman-temannya mengiris bawang, lobak, wortel dan bahan dapur lainnya.

Andrianto juga menceritakan, sebelum pengunjung datang dia dan teman-teman seperjuangannya mendapatkan sarapan pagi dari chef lainnya berupa bubur dan lauknya. Andrianto menungkapkan kesenangannya dalam pekerjaan ini bersama teman-temannya. “Ketika pekerjaan kita sudah selesai, kita harus membantu pekerjaan lain. Karena kita adalah tim work kita bekerja bareng, kita santai, santai bareng, kita ngobrol-ngobrol bareng. Kita tuh rileks, jadi kita tuh dibuat suasan kerja itu emang fun, ngga ada tekanan” kata Andri di video kanal youtube-nya, Andri Indonesia.

Saat restoran dibuka, Andri muali melayani kebutuhan pelanggan. Setelah pesanan datang Iasiap untuk beratraksi yaitu memasak dikelilingi oleh pelanggan secara langsung. Seperti memulai memasak dengan ermain bersama pelanggan, hingga beratraksi bermain semprotan api yang menyala.

Reporter: Tara Saphira Kirana Hasannudin

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here