MATA INDONESIA, JAKARTA – Sejak dijadikannya salah satu moda transportasi publik di Indonesia pada tahun 1867, penggunaan kereta memang banyak diminati masyarakat. Tarifnya yang murah serta dapat memangkas waktu perjalanan menjadi lebih cepat, rupanya menjadi pilihan beberapa orang.

Meskipun menjadi moda transportasi paling aman dengan indikator jumlah kecelekaan yang minim, Kereta Api tetaplah sama dengan moda transportasi lainnya yang bisa mengalami kecelakaan. Meski sistem keamanan dan keselamatannya telah dirancang sedemikian rupa kejadian diluar dugaan pun masih bisa terjadi, terlebih bila disebabkan oleh kesalahan manusia. Sejumlah kecelakaan Kereta Api terparah pernah terjadi di Indonesia, bahkan menyebabkan ratusan nyawa melayang. Berikut Mata Indonesia telah merangkumnya dari berbagai sumber, khusus untuk Anda.

1. Kereta Api Padangpanjang
Peristiwa kelam perkeretaapian pertama Indonesia, terjadi pada 25 Desember 1944 di Lembah Anai. Peristiwa itu terjadi akibat rem kereta yang blong saat melintasi jalur terjal, akibatnya 200 orang tewas dan 250 orang lainnya mengalami luka-luka. Karena banyaknya korban yang berjatuhan pada peristiwa tersebut dan juga sulitnya penguburan, maka dibuatlah kuburan massal bagi para korban yang meninggal dunia. Selang tiga bulan kemudian, tepatnya pada 23 Maret 1945 peristiwa kecelaakaan kembali terulang. Konon Tugu prasasti lembah yang ada di Anai diyakini sebagai batu nisan makam ratusan korban kecelakaan kereta Api di Sumatera Barat, tahun 1944 dan 1945.

2. Kebasen 1981
Pada 21 Januari 1981 kereta KA 21 Maja yang berangkat dari stasiun Kroya bertabrakan dengan kereta KA Senja IV yang berangkat dari stasiun Purwokerto. Saaat itu KA Senja IV baru saja melewati stasiun Notog dan bersiap melintas, namun disisi lain Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) mendapatkan isyarat bahwa kereta KA Maja juga baru saja melintasi stasiun Randegan. Kecelakaan terjadi saat KA Senja IV keluar dari Notog, dan di waktu yang bersamaan KA Maja menyebrangi jembatan sungai Serayu. Tepat pada waktu subuh saat kabut masih pekat, kereta yang sama-sama melintasi perbukitan dan sungai Serayu itu saling bertabrakan.

3. Bintaro 1987
Salah satu kejadian kelam perkeretaapian yang terus membekas di benak masyarakat Indonesia. Senin 19 oktober 1987, kereta KA 225 dengan rute Rangkasbitung-Jakarta yang berangkat dari stasiun Sudimara bertabrakan dengan kereta KA 220 rute Tanah Abang-Merak yang berangkat dari stasiun Kebayoran. Insiden nahas yang tejadi 33 tahun silam itu menewaskan ratusan orang dan luka-luka. Akibat kejadian ini masinis KA 225 Slamet Suradio harus mendekam dipenjara selama lima tahun, dan dipecat dari pekerjaannya tanpa uang pesangon. Tak hanya Slamet Suradio, kondektur KA 225 Adung Syafei juga dipenjara selama dua tahun enam bulan, dan Umrihadi Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Kebayoran juga dipenjara selama 10 bulan.

4. Kereta Api Ratu Jaya 1993
Tabrakan antar kereta juga pernah terjadi di daerah Ratu Jaya, Kota Depok pada 2 November 1993. Saat itu jalur kereta api Bogor-Depok masih single track (jalur tunggal), seharusnya kereta dari Jakarta menunggu di stasiun Depok Lama sampai kereta dari Citayam tiba. Namun nahas kereta dari Jakarta justru melaju di saat kereta dari Citayam sudah berjalan menuju Stasiun Depok Lama, akibatnya terjadilah tabrakan antar dua kereta tersebut. Dilansir dari Majalah Tempo, kerasnya benturan membuat kedua kepala Kereta Rel Listrik (KRL) itu mencuat ke atas dan menyebabkan 20 orang tewas serta ratusan orang lebih terluka.

5. Tragedi Bintaro 2, KRL dan Truk Pertamina 2013
Selama 26 tahun terjadinya tragedi Bintaro, kecelakaan kereta kembali terulang pada 9 Desember 2013 di lokasi yang tidak berjauhan. Bukan antar kereta, kali ini kecelakaan terjadi pada kereta Commuter Line Serpong-Tanah Abang dengan truk tangki Pertamina yang mengangkut 24 kilo liter bensin. Kejadiannya sama Senin Pagi. Kecelakaan ini diduga akibat truk Pertamina yang menerobos palang pintu kereta Pondok Betung saat Commuter Line akan melintas. Terjadi ledakan keras sebanyak tiga kali dan sambaran api yang besar, akibatnya gerbong depan khusus perempuan terguling dan terbakar sedangkan gerbong kedua dan ketiga mengalami kemiringan. Dalam insiden ini tujuh orang dinyatakan tewas termasuk sang masinis, asisten masinis dan teknisi kereta.

Reporter: Miskatul Nisa Kamilah

 

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here