(Foto: ABC)

MATAINDONESIA, JAKARTA – Ikan ‘berjalan’, ikan di perairan Australia yang tak pernah tercatat ada, berhasil ditemukan para peneliti di kedalaman bagian utara Great Barrier Reef.

Great Barrier Reef merupakan tumpukan terumbu karang terbesar di dunia. Memiliki kurang lebih 2.900 terumbu karang dan 900 pulau yang membentang sepanjang 2.600 km. Great Barrier Reef berlokasi di Laut Koral, lepas pantai Queensland di timur laut Australia.

Ikan berjalan ini masuk ke dalam jenis ikan kalajengking, Rhinopias agriloba. Hewan ini ditemukan biasanya di sekitar perairan Hawaii dan Pasifik tengah.

Alasan dikenal sebagai ‘ikan berjalan’, karena hewan ini sering kali tampak bergerak menggunakan sirip mereka, di sepanjang dasar laut.

Hal ini ditemukan para peneliti dari atas kapal yang disebut RV Falkor, dioperasikan oleh Schmidt Ocean Institute. Sebuah kapal selam tanpa awak dilepaskan ke dalam laut, hampir 2 km dari permukaan laut untuk mengumpulkan sampel, memetakan dan merekam bagian terumbu karang yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Tim peneliti ini terdiri dari Geoscience Australia, James Cook University, University of Sydney, Japan Agency for Marine-Earth Science dan Technology (JAMSTEC), Queensland Museum Network, serta Queensland University of Technology.

Robin Beaman dari James Cook University di Australia mengatakan, tim peneliti terkesima dengan segala temuan.

“Ikan yang sangat aneh – Dia memiliki warna merah yang indah, dan berjalan di atas sirip dada, seperti sepasang tangan,” katanya.

“Syukurlah kami memiliki apa yang saya sebut sebagai ‘Pasukan Ikan’ – grup iktiologis (ilmuan yang mempelajari ragam jenis ikan dan mengklasifikasikan sesuai dengan tulang, tulang rawan atau tanpa rahang), ahli perikanan – melihat kehidupan bawah laut yang dapat dikatakan, ‘Ikan ini tak pernah terlihat sebelumnya di Australia – yang kami ketahui ini adanya di Hawaii,” tuturnya.

Dari penelitian ini, spesies karang baru ditemukan. Yaitu karang hitam dengan tentakel sepanjang satu meter.

“Mereka tidak selalu hitam, cenderung berwarna kemerah-merahan. Namun, ketika mereka mati, kerangka yang tersisa adalah hitam pekat yang indah, yang terkadang dilihat orang seperti untaian perhiasan di berbagai belahan dunia,” ucap Dr Beaman.

Berbeda dengan spesies air dangkal, terumbu karang laut mengandalkan matahari untuk memproduksi makanan dan mengandalkan arus laut untuk mendapatkan makanan.

Kapal selam tanpa awak ini juga mengambil sampel terdalam dari karang lunak, dan karang scleractinian (karang keras yang tumbuh dengan kerangka keras) di Laut Coral. Selain itu, dikumpulkan juga sampel bebatuan purba untuk pertama kalinya di dasar Great Barrier Reef, yang diperkirakan berusia 40 hingga 50 juta tahun.

Temuan-temuan ini diharapkan dapat membantu para peneliti untuk memahami habitat bawah laut dan bagaimana lingkungan bawah laut ini saling berkaitan.

Reporter: Mega Suharti Rahayu

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here