MATA INDONESIA, JAKARTA – Hampir semua penyanyi jazz asal Bandung sepakat dan menunjuk Elfa Secioria Hasbullah sebagai guru mereka. Tercatat nama-nama Trie Utami, Ruth Sahanaya, Yana Julio, Rita Effendy, Lita Zein termasuk penyanyi dari Jakarta Sherina Munaf dan Rio Febrian belajar membentuk karakter vokal bersama Elfa.

Pria kelahiran, Garut, Jawa Barat, 20 Februari 1959 ini selain dikenal sebagai musisi, komposer musik, juga terkenal karena sekolah musiknya, Elfas Music Studio menyebar dari Bandung hingga Jakarta. Ribuan siswa dididik dan dihasilkan dari sekolah ini dan kemudian menyebar ke seluruh Indonesia.

Tak hanya berhasil mendirikan sekolah, Elfa juga dikenal sebagai rajanya festival. Bersama Elfas Singers dan Elfas Big Band, mereka malang melintang mengikuti festival di seluruh dunia. Berbagai penghargaan diraih oleh Elfa termasuk pada tahun 1982 meraih piala sebagai Pengaransemen Terbaik pada ASEAN Song Festival di Bangkok. Pada 1984, di acara yang sama di Manila, Elfa kembali meraih penghargaan untuk The Best Arranger and the Best Song, lewat lagu yang ia tampilkan berjudul ‘Detik tak Bertepi’, yang dinyanyikan Christine Panjaitan. Tak hanya itu, pada Festival Lagu Pop 1986, dua lagu Elfa memborong dua dari tiga penghargaan yang disediakan, yaitu untuk lagu ”Seandainya Kita Selalu Satu” dan ”Ayun Langkahmu”. Lantaran itu, kemudian ada yang menyebut lagu-lagu Elfa sebagai ”lagu festival”. Sebutan itu didasari oleh kualitas lagu Elfa yang tidak pasaran.

Elfa memang dipersiapkan dengan matang di pentas musik. Selain oleh ayahnya, Hasbullah, yang mendidiknya dengan disiplin, Elfa juga belajar musik dari pemusik senior, seperti FA Wasono dan Iskandar.

Elfa memang punya dasar musik jazz yang kuat. Tahun 1967, saat ia berusia delapan tahun, Elfa membentuk trio jazz Ivade dan tampil di Istora Senayan, Jakarta. Sewaktu kelas lima SD, Elfa telah menjadi pemain profesional dengan bermain vibrafon di Hotel Savoy Homan Bandung.

Nama Elfa sebagai musisi dan komposer semakin dikenal saat tahun 1980-an, menjadi pengarap musik Orkes Chandrakirana dan Orkes Telerama di TVRI.

Di acara ini, bersama Elfa’s Big Band dan Elfa’s Singers, Elfa menyuguhkan nomor-nomor jazz yang enak dinikmati, bahkan oleh mereka yang belum mengenal jazz.

Jejak jazz itu memberi kontribusi pada musik pop Indonesia, terutama lewat artis-artis yang bekerja sama dengan Elfa, seperti Harvey Malaihollo sampai Andien, dan tentu saja Elfa’s Singers, kelompok vokal yang dibentuk Elfa pada 8 Agustus 1978.

Elfa Secioria meninggal pada 8 Januari 2011 di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, setelah dirawat beberapa hari. Elfa meninggalkan istri, Vera Sylviana Yachya (dinikahi 1991) serta tiga anak: Hariza Ivan Camille, Raisa Iva Cavel, dan Cesyl Athaya Fawziya.

Reporter: Teuku Khanif Miftaputra

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here