Anggota Freemason di London
Anggota Freemason di London, Inggris

MATA INDONESIA, JAKARTA- Bagaimana terbentuk dan kapan mulai dibentuknya Freemason?

Banyak dugaan gerakan kebebasan berpikir dan anti dogma (terutama terhadap agama) ini sudah ada sejak sebelum abad pertengahan. Bukti ini didapatkan dari ditemukannya manuskrip dari sebuah perusahaan bangunan Inggris.

Mengutip Guardian, manuskrip ini berisi aturan organisasi, landasan hukum, serta hak dan kewajiban anggota. Data ini yang digunakan dasar pembentukan organisasi yang digunakan oleh Freemason, dan masih digunakan hingga saat ini. Selain itu, terdapat pula sebuah puisi Inggris yang dikenal sebagai “manuskrip Regius” tahun 1390 dan merupakan naskah Mason tertua. Dengan begitu secara resmi sejarah Freemason adalah berasal dari Inggris. Namun ada juga yang membuat spekulasi bahwa Freemason berasal dari banyak tempat lain di Eropa. Anehnya, awal muasal organisasi ini mengerucut kepada satu tempat, Skotlandia.

Freemason memang tidak secara resmi didirikan di Skotlandia. Kelompok ini muncul  pada abad ke-14, saat Ksatria Templar dibasmi oleh raja Prancis, Philip IV. Freemason adalah sekumpulan sisa-sisa pasukan Templar yang ditampung Raja Skotlandia, Robert the Bruce. Sebagai bukti, di Skotlandia terdapat Mary’s Chapel, bangunan yang merupakan merupakan tempat perkumpulan Freemason.

Robert the Bruce
Robert the Bruce

Sejak Abad Pertengahan, berbagai asosiasi pengrajin batu didirikan baik di Inggris maupun Skotlandia. Namun, bukti pertama keberadaan asosiasi pengrajin batu, atau lodge, muncul di Skotlandia. Hingga akhir 1500-an, ada setidaknya 13 asosiasi lodge di seluruh Skotlandia, dari Edinburgh hingga Perth. Keahlian mereka luar biasa, sampai mereka diminta untuk bangun sebagian besar Katedral yang tersebar di Eropa. Raja-raja di Eropa memberikan fasilitas kemewahan dan pemebebasan pajak kepada mereka.

Anggota asosiasi ini punya kesamaan karena menyebut mereka dengan nama masonik. Mereka rajing mengadakan pertemuan.

Pertemuan paling awal asosiasi pengrajin batu terjadi di Lodge Aitchison’s Haven di East Lothian, Skotlandia, pada Januari 1599, rumah perkumpulan Mary’s Chapel di Edinburgh mulai mencatat jalannya pertemuan. ”Di sinilah tempat semuanya benar-benar bermula,” Kata Robert Cooper, kurator Grand Lodge of Scotland dan penulis buku Cracking the Freemason’s Code.

Grand Lodge
Grand Lodge

Sejak didirikan pada 1736, rumah perkumpulan ini telah menerima catatan rapat dari setiap rumah perkumpulan Freemason di Skotlandia. Catatan itu juga berisi keanggotaan, yang jumlahnya mungkin diatas empat juta nama.

Dengan jumlah dokumen sebanyak itu, merupakan tantangan untuk menelisiknya satu-persatu. Namun jika dapat mencermatinya secara seksama, upaya itu akan berbuah manis. Contohnya ketika Cooper menemukan buku keanggotaan Fremason Skotlandia berusian 115 tahun dari Nagasaki, Jepang.

“Ada pepatah kuno, yaitu manakala ada banyak orang Skotlandia, hal pertama yang mereka lakukan adalah membangun gereja, lalu membangun bank, kemudian membangun pub. Hal keempat yang dibangun adalah rumah perkumpulan (Freemason)” kata Cooper seraya terkekeh.

Nuansa global terpampang di museum Grand Lodge of Scotland yang dibuka untuk umum. Ada medali hijau dengan bordir bertuliskan “Distrik Grand Lodge Freemason Skotlandia di Cina Utara” dan 30 medali dari Cekoslawakia.

Pengaruh Skotlandia memudar, saat anggota-anggota Freemason pada 1776, Freemason menyediakan ruangan pertemuan mewah yang mereka sebut sebagai Grand Lodge di Great Queen Street, London Tengah. Tempat tersebut kemudian diganti namanya oleh Masonik yang berjuluk Thirties menjadi Freemason Hall,

Perlahan demi perlahan, anggota Freemason menguasai pemerintahan Inggris. Tidak hanya itu, dalam beberapa dekade, para Mason mulai menarik sejumlah orang yang paling berpengaruh di masyarakat London, termasuk anggota dari keluarga kerajaan, seniman, dan penulis seperti William Hogarth dan Alexander Pope, dan anggota aristokrasi, sampai ke kalangan bangsawan.

Jaringan pengaruh mereka tersebar di seluruh Inggris dan masyarakat. Beberapa kelompok (disebut lodges) bertemu di bar dan penginapan – dan hari ini, banyak sopir taksi, tukang pipa dan bahkan tukang sampah adalah Mason. Ada dua lodges khusus untuk Mason wanita.

Lama kelamaan banyak masyarakat curiga kelompok ini bermain-main dengan urusan politik terutama kerajaan. Pada akhir abad ke-18, misalnya, lodge di Brentford dituduh merencanakan untuk membunuh Raja George III.

Freemasonry sangat luar biasa perkembangannya pada dua perang dunia. Dalam tiga tahun setelah Perang Dunia I, 350 lodges yang didirikan, dan dalam tiga tahun setelah Perang Dunia II, hampir 600 lodges berdiri.

Freemason mengklaim hal ini disebabkan karena peningkatan jumlah pria yang ingin melanjutkan persahabatan dari para veteran perang tersebut, dan sedang mencari pusat kekuatan di tengah dunia yang sedang berubah dan tetap berniat mengubah dunia.´

Bagaimana tokoh-tokoh penting Freemason mempengaruhi Inggris selama 190 tahun, inilah tokoh-tokohnya di berbagai bidang.

Olahraga

Doulgas Robert Jardine: Bintang kriket Inggris dan kapten timnas pada 1932/1933.

Archibald Leitch: Arsitek dan perancang setidaknya 30 stadion sepak bola terkenal di Inggris termasuk Anfield, Highburry, Villa Park, Hampden Park dan White Hart Lane.

Kerajaan

Edward VII: Anak Ratu Victoria yang naik tahta di usia 59 pada 1901 yang sebelumnya dikenal dengan julukan ´Bertie´, Pangeran Inggris yang playboy. Dia juga dikenal karena kerakusannya pada wanita dan makanan enak.

Edward VIII: Pangeran berjuluk The Duke of Windsor yang turun tahta sebagai Raja Edward VIII setelah berkuasa kurang dari setahun lalu turun tahta karena memilih menikahi Wallis Simpson pada 1936.

George VI: Ayah dari Ratu Elizabeth II, George VI naik tahta menjadi Raja Inggris setelah kakaknya turun tahta hingga mangkat pada 1952. Dia memimpin Inggris diwarnai trauma dari Perang Dunia II.

 

Westminster dan Angkatan Bersenjata

Winston Churchill: Perdana Menteri sejak 1940 hingga 1945 dan kembali berkuasa pada 1951 hingga 1955. Sebelumnya dia adalah Panglima Armada Inggris Pertama yang memenangkan Hadiah Nobel untuk Literatur dan bahkan menjadi orang pertama yang dianugerahi warga terhormat oleh pemerintah Amerika Serikat.

The Duke of Wellington: Marsekal Arthur Wellesley, bergelar 1st Duke of Wellington, dianggap sebagai salah satu negarawan besar Inggris dan pahlawan militer. Dia menaklukkan Napoleon di Waterloo dan mematri namanya sebagai tokoh penting dalam sejarah.

 

Ilmu pengetahuan dan obat-obatan

Alexander Fleming: Ilmuwan Skotlandia yang membantu menemukan penisilin dan memenangkan Hadiah Nobel untuk Kedokteran pada 1945.

Edward Jenner: Dikenal sebagai penemu imunisasi dia juga disebut sebagai penyelamat hidup jutaan manusia dibanding tokoh lain dalam sejarah setelah ia menemukan vaksin cacar.

Bisnis

Thomas Telford: Salah satu insinyur besar Inggris yang membangun banyak jembatan, kanal dan jalan di Inggris dan Skotlandia, termasuk Jembatan Menai Suspension dan jalan A5.

William Hesketh Lever: pengusaha Inggris pertama yang kaya raya setelah memperkenalkan produk sabun mandi dan sabun cuci termasuk Lux dan Sunlight. Dia kemudian beralih ke dunia politik dan menjadi anggota parlemen untuk Wirral dan kemudian duduk di Majelis Tinggi Inggris.

Seni dan Sastra

Arthur Conan Doyle: Penulis dan pencipta tokoh Sherlock Holmes dan dipandang sebagai sosok yang mengubah penulisan kasus kriminal sepanjang masa.

Rudyard Kipling: Penulis dan penyair terkenal dengan karya pentingnya buku berjudul the Jungle Book.

Reporter: Azizah Putri Octavina

 

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here