Ilustrasi mafia narkoba
Ilustrasi mafia narkoba (istimewa)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) diperingati setiap tanggal 26 Juni. Penetapannya digagas oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) pada 26 Juni 1988 sebagai momentum peringatan bagi pengungkapan kasus perdagangan opium oleh Lin Zexu (1785-1851) di Humen, Guangdong, Cina.

Ia terkenal dengan perjuangannya menentang perdagangan opium di Tiongkok oleh bangsa-bangsa asing. Kala itu, Lin Zexu melihat negaranya semakin terpuruk karena harta negara terus mengalir ke Inggris untuk membeli obat terlarang, dan ada ketergantungan akan opium.

Oleh karena itu, Lin bertekad menumpas obat terlarang. Usahanya ini akhirnya memicu Perang Candu antara Tiongkok dan Inggris.

Seiring bergulirnya waktu, bisnis narkoba tetap subur bertumbuh di berbagai belahan dunia pada dekade-dekade selanjutnya lantaran memberikan keuntungan berlipat bagi para pelakunya.

Maka Tak heran kalau mereka memiliki kekayaan yang fantastis dan dijuluki sebagai mafia narkoba kelas kakap. Berikut ini daftar raja narkoba yang memiliki kekayaan fantastis sepanjang sejarah.

1. Khun Sa

Khun Sa adalah raja narkoba di Asia Tenggara. Ia lahir di Myanmar dan menghabiskan tahun-tahun awal pelatihannya dengan Angkatan Darat Myanmar dan Kuomintang.

Dia akhirnya berjuang untuk membangun wilayahnya sendiri, yang memungkinkan dia melakukan penyelundupan narkoba jenis opium di Segitiga Emas. Dari tahun 1976 dan selama dua puluh tahun berikutnya, ia mendominasi lalu lintas opium. Dia mendapat dukungan dari pemerintah Myanmar dan Thailand untuk bisnis narkobanya. Jaringannya yang sangat besar membuatnya mendapatkan gelar “Raja Opium”.

Pekerjaannya sebagai raja narkoba meluas ke mata dunia. Ketika Badan Penindakan Narkoba Amerika Serikat memutuskan hubungan dengan pialang internasionalnya, ia menutup operasi dan pindah ke Yangon untuk tinggal bersama gundiknya dengan kekayaan luar biasa, yang diyakini mencapai 5 miliar dolar AS atau Rp 74 triliun.

2. Joaquín Guzmán Loera

Ia berasal dari keluarga yang sangat miskin. Bahkan ia membantu keluarganya dengan berjualan buah pada masa itu. Kemudian ia belajar menanam bunga poppi yang digunakan untuk membuat opium dan ganja yang itu menambah penghasilannya.

Kemudian ia bergabung dengan pebisnis narkoba jenis sabu-sabu, yang kemudian membawanya menjadi mafia terkaya pada era kepemimpinannya dan dikenal dengan ‘El Chapo Guzman‘.

Joquin yang juga dijuluki raja bius ini sempat mengekspor 500 ton cocaine ke Amerika Serikat dengan keuntungan bersih 1 milyar USD. Terakhir harga kekayaan yang terkumpul menurut majalah Forbes adalah 6 miliar dolar AS.

3. Dawood Ibrahim Kaskar

Dawood Ibrahim berasal dari Mumbai, India. Ia mendirikan D-Company, sebuah sindikat kejahatan yang bermarkas di India.

Pada 2003, ia mendapatkan pangkat teroris global. Pada tahun 2011, ia masuk dalam peringkat ketiga dari sepuluh kriminal paling dicari di dunia.

Dia dituduh melakukan terorisme, perdagangan narkoba, pemerasan, pembunuhan, dan pembunuhan berencana. Dia saat ini tinggal di Karachi, Pakistan dan diyakini mengendalikan sistem transfer uang yang disebut hawala.

Hawala adalah metode transfer nilai informal yang bergantung pada pergerakan uang tunai yang diakui dalam jaringan broker uang. Departemen Keuangan Amerika Serikat telah berusaha untuk memantau rute penyelundupan dan pengiriman narkobanya.

Organisasinya beroperasi di India, Asia Selatan, Afrika, Inggris, Eropa Barat dan Timur Tengah, dan berbagi jaringan serupa dengan al-Qaeda. Dawood diyakini memiliki kekayaan sebesar 6,7 miliar dolar AS atau Rp 99,5 triliun.

4. Al Capone

Nama lengkapnya Alphonse Gabriel “Al” Capone, lahir di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, 17 Januari 1899. Sepak terjangnya di dunia narkoba bermula saat bergabung dengan gangster Torno. Al Capone bekerja melalui geng-geng kecil ke yang lebih kuat, dan akhirnya mengikuti Torrio untuk bekerja sebagai penjaga rumah bordil.

Pada saat dia berusia 26 tahun, Al Capone mengambil alih kendali kelompok kejahatan yang dipimpin Torrio. Organisasi itu memiliki pabrik bir ilegal dan transportasi minuman keras dalam jaringan kejahatan yang meluas ke Kanada.

Ia memiliki perlindungan untuk jaringannya mulai dari politisi dan penegak hukum. Dia menjadi seorang selebriti, yang dikenal karena perhiasan, pakaian khusus, cerutu mahal, makanan dan minuman mewah, dan banyak dikelilingi perempuan. Al Capone diperkirakan memiliki kekayaan sebesar 1,3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 19,3 triliun.

5. Griselda Blanco

Griselda Blanco adalah anggota kartel narkoba Medellín asal Kolombia, dan bagian dari dunia bawah Miami dalam perdagangan narkoba jenis kokain.

Ia lahir pada 15 Februari 1943 di Cartagena, Kolumbia. Wanita ini memiliki beragam julukan, mulai dari The Godmother of Cocaine, The Black Widow, La Madrina hingga La Dama de la Mafia.

Blanco dilaporkan sebagai pedagang narkoba yang bertanggung jawab atas 200 pembunuhan selama dia mengangkut kokain dari Kolombia ke Southern California, Miami, dan New York.

Jaringan obat biusnya keras, tanpa hukum, dan bebas dari jerat penegak hukum. Praktek bisnisnya yang korup menciptakan pendapatan dari distribusi narkoba yang diklaim mencapai lebih dari 80 juta dolar AS atau setimpal dengan Rp 1,18 triliun per bulan. Maka tak heran kalau total kekayaannya mencapai 2 miliar dolar AS atau setara Rp 29,6 miliar.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here