Suasana Roma, ibu kota Italia
Suasana Roma, ibu kota Italia

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dunia bukan hanya sekali ini diporak-porandakan wabah. Sepanjang sejarah manusia setidaknya tercatat 20 wabah seperti Covid19 yang sangat merusak perikehidupan manusia.

Selama wabah, epidemi atau pandemi berjangkit serasa peradaban manusia akan berakhir, karena begitu buruk sergapannya. Berikut 20 wabah terburuk sepanjang sejarah manusia menurut catatan live science;

1. Epidemi prasejarah: Sekitar 3000 SM.
Tidak disebutkan nama wabahnya, hanya tercatat penyebarannya sangat cepat sehingga membuat sebuah desa tidak sempat melakukan pemakaman yang baik kepada mereka yang meninggal karena wabah itu. Berdasarkan temuan di tempat yang kini diberi nama ‘Hamin Mangha’ tidak ada yang selamat dari wabah 5000 tahun lalu di Cina. Tua, muda, kaya, miskin ditemukan tulang belulangnya di situs itu.

Sakin banyaknya jumlah yang tewas disebutkan jasadnya dimasukkan bertumpuk-tumpuk dalam sebuah rumah lalu rumah itu dibakar. Situs itu masih terpelihara hingga sekarang di timur laut Cina.

2. Wabah Athena: 430 SM
Tidak lama setelah perang antara Athena dan Sparta dimulai, sekitar 430 SM, epidemi menghancurkan rakyat Athena selama lima tahun. Beberapa perkiraan menyebutkan korban tewas mencapai 100.000 orang. Sejarawan Yunani Thucydides (460-400 SM) menulis “orang-orang yang sehat tiba-tiba diserang panas yang menyengat di kepala, dan kemerahan karena peradangan di mata, bagian dalam, seperti tenggorokan atau lidah, menjadi berdarah dan memancarkan napas yang tidak wajar.

Meski begitu hingga tidak diketahui pasti nama wabah tersebut. Banyak yang menyebut itu tifoid atau sejenis virus Ebola.

3. Wabah Antonine: A.D. 165-180
Diduga wabah itu mirip cacar yang dibawa tentara Romawi setelah menang perang. April Pudsey, seorang dosen senior dalam Sejarah Romawi di Manchester Metropolitan University, dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam buku “Kecacatan di Zaman Kuno,” menduga wabah itu menewaskan lebih dari 5 juta orang di kekaisaran Romawi.

4. Wabah Cyprian: A.D. 250-271
Nama wabah itu berdasarkan St. Cyprianus, seorang uskup Carthage (sebuah kota di Tunisia) yang menggambarkan epidemi itu seperti akan menjadi akhir dunia. Wabah yang lagi-lagi menghantam Roma itu membuat 5 ribu orang meninggal setiap hari. Para ahli hingga tidak bisa menyimpulkan penyebab wabah tersebut yang jelas para arkeolog di Luxor menemukan lapisan kapur tebal di setiap jenazah yang menandakan setiap korban meninggal didesinfeksi.

5. Wabah Justinian: A.D. 541-542
Wabah yang dinamai dari Kaisar Bizantium Justinian (527-565 Masehi) itu telah menghancurkan kekaisaran tersebut bahkan diperkirakan telah menghabisi 10 persen populasi dunia. Tidak ada yang bisa mendefinisikan jenis wabah tersebut.

6. Kematian Hitam: 1346-1353
Kematian Hitam mewabah dari Asia hingga Eropa dan meninggalkan kehancuran setelahnya. Beberapa perkiraan menyebutkan setengah populasi Eropa musnah akibat wabah yang disebabkan strain bakteri yersinia pestis dari kutu tikus. Begitu banyaknya manusia yang meninggal, penguburan pun dilakukan secara massal.

7. Epidemi Cocoliztli: 1545-1548
Sedikitnya 15 juta penduduk Meksiko dan Amerika Tengah tewas akibat wabah berupa infeksi seperti demam berdarah dan disebut epidemi cocoliztli. Dalam bahasa Aztec cocoliztli berarti hama.

8. Tulah Amerika: abad ke-16
Tulah Amerika adalah sekelompok penyakit Eurasia yang dibawa ke Amerika oleh penjelajah Eropa. Penyakit-penyakit itu, termasuk cacar, berkontribusi pada runtuhnya peradaban Inca dan Aztec. Beberapa perkiraan menunjukkan bahwa 90 persen populasi asli di Belahan Bumi Barat terbunuh.

9. Wabah Besar London: 1665-1666
Tulah itu dimulai April 1665 dan menyebar cepat selama berbulan-bulan di musim panas. Lagi-lagi disebabkan kutu tikus yang terinfeksi diduga sebagai penyebab utama penularan dan membuat eksodus massal dari London dipimpin Raja Charles II.

Wabah yang diberi nama Black Death itu telah menyebabkan 15 persen populasi London ditambah 100 ribu dari luar London, lenyap karena meninggal. Untuk menghentikan penyebaran wabah itu sebagian besar kota London sengaja dibakar pada 2 September 1666 dan baru berakhir dalam waktu empat hari.

10. Wabah Besar Marseille: 1720-1723
Wabah itu terjadi saat sebuah kapal bernama Grand-Saint-Antoine berlabuh di Marseille, Prancis, membawa muatan barang dari Mediterania timur. Meskipun kapal itu dikarantina, wabah ternyata masih bisa masuk ke kota, diduga disebarkan melalui kutu tikus yang terinfeksi wabah.

Wabah menyebar dengan cepat selama tiga tahun sehingga 100.000 orang mungkin telah meninggal di Marseille dan sekitarnya. Itu setara 30 persen populasi Marseille.

11. Wabah Rusia: 1770-1772
Apesnya Moskow saat itu bukan hanya dilanda wabah tetapi juga teror warga yang dikarantina karena membawa penyakit. Hal itu bahkan meletus menjadi kekerasan.

Kerusuhan menyebar ke seluruh kota dan memuncak sehingga Uskup Agung Ambrosius terbunuh sehingga banyak orang memutuskan tidak berkumpul untuk beribadah.

Ketika wabah berakhir diperkirakan 100 ribu orang telah tewas ditambah kerusuhan yang belum mereda sehingga Chaterine saat itu berjuang memulihkan situasi.

12. Epidemi demam kuning Philadelphia: 1793
Awalnya adalah demam kuning mewabah di Philadelphia, ibu kota Amerika Serikat pada waktu itu. Wabah menyebar setelah orang-orang asal Afrika saat itu direkrut untuk merawat orang-orang yang sakit.

Wabah yang ditularkan nyamuk tersebut berhenti menjelang musim dingin karena nyamuk mati. Saat itu lebih dari 5000 orang meninggal dunia.

13. Pandemi flu: 1889-1890
Penyakit itu mudah tersebar akibat jaringan transportasi baru. Hanya dalam beberapa bulan virus influenza menyebar ke seluruh dunia menewaskan 1 juta orang.

Awalnya dilaporkan di Rusia, lalu menyebar dengan cepat ke seluruh St. Petersburg setelah itu ke seluruh Eropa dan dunia. Padahal transportasi udara belum ada saat itu.

14. Epidemi polio Amerika: 1916
Epidemi polio dimulai di New York City menimbulkan 27.000 kasus dan 6.000 kematian di Amerika Serikat. Penyakit itu menyerang anak-anak dan yang berhasil melaluinya mendapat cacat tetap.

15. Flu Spanyol: 1918-1920
Sebanyak 500 juta orang dari Laut Selatan ke Kutub Utara terkena Flu Spanyol dan seperlimanya meninggal dunia.

Meskipun bernama Flu Spanyol, penyakit itu dipercaya bukan berasal dari kerajaan tersebut.

16. Flu Asia: 1957-1958
Flu Asia adalah pertunjukan global lainnya untuk influenza. Bermula di Cina dan merenggut nyawa lebih dari 1 juta orang. Virus penyebabnya adalah campuran dari virus flu burung.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mencatat bahwa penyakit ini menyebar dengan cepat dan dilaporkan di Singapura pada bulan Februari 1957, Hong Kong pada bulan April 1957, dan kota-kota pesisir Amerika Serikat pada musim panas 1957. Jumlah korban jiwa lebih dari 1,1 juta di seluruh dunia, dengan 116.000 kematian terjadi di Amerika Serikat.

17. Pandemi dan epidemi AIDS: 1981-sekarang
AIDS telah merenggut sekitar 35 juta jiwa sejak pertama kali diidentifikasi hingga saat ini. HIV, yang merupakan virus penyebab AIDS, kemungkinan berkembang dari virus simpanse yang ditransfer ke manusia di Afrika Barat pada 1920-an.

Sekarang, sekitar 64 persen dari 40 juta yang diperkirakan hidup dengan human immunodeficiency virus (HIV) hidup di Afrika sub-Sahara. Baru belakangan ini obat HIV ditemukan.

18. Pandemi Flu babi H1N1: 2009-2010
Pandemik flu babi 2009 disebabkan strain baru H1N1 yang berasal dari Meksiko pada musim semi 2009 sebelum menyebar ke seluruh dunia. Dalam satu tahun, virus itu menginfeksi sebanyak 1,4 miliar orang di seluruh dunia dan menewaskan antara 151.700 dan 575.400 orang, menurut CDC.

19. Epidemi Ebola Afrika Barat: 2014-2016
Ebola menghancurkan Afrika Barat antara tahun 2014 dan 2016, dengan 28.600 kasus yang dilaporkan dan 11.325 kematian. Kasus pertama dilaporkan di Guinea pada Desember 2013, kemudian dengan cepat menyebar ke Liberia dan Sierra Leone. Sejumlah kecil kasus terjadi di Nigeria, Mali, Senegal, Amerika Serikat dan Eropa, demikian dilaporkan oleh Centers for Disease Control and Prevention.

Tidak ada obat untuk Ebola, meskipun upaya menemukan vaksin sedang berlangsung. Kasus-kasus Ebola yang diketahui pertama kali terjadi di Sudan dan Republik Demokratik Kongo pada tahun 1976, dan virus tersebut mungkin berasal dari kelelawar.

20. Epidemi Virus Zika: 2015-sekarang
Dampak epidemi Zika baru-baru ini di Amerika Selatan dan Amerika Tengah tidak akan diketahui selama beberapa tahun. Sementara itu, para ilmuwan menghadapi perlombaan melawan waktu untuk mengendalikan virus. Virus Zika biasanya menyebar melalui nyamuk dari genus Aedes, meskipun juga dapat ditularkan secara seksual pada manusia.

Zika biasanya tidak berbahaya bagi orang dewasa atau anak-anak, namun menyerang bayi yang masih dalam kandungan dan menyebabkan cacat lahir. Jenis nyamuk yang membawa Zika tumbuh subur di iklim yang hangat dan lembab, membuat Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan bagian dari wilayah selatan Amerika Serikat menjadi tempat berkembangnya virus.

1 KOMENTAR

  1. Terima kasih atas artikelnya M’News. Sangat bermanfaat dan menambah wawasan saya bahwa selain corona ternyata sejak zaman dulu telah banyak terjadi wabah di dunia. Semoga masa lalu membuat kita belajar dan mengambil pelajaran. Semoga wabah yang sedang melanda negeri kita segera berakhir dan kita bisa melewatinya. Aamiin #KomenPositif

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here