Bengkel Sepeda Albian di Depok (Miska)
Bengkel Sepeda Albian di Depok (Miska)

MATA INDONESIA – Ruangannya sederhana. Ornamen Sepeda berjajar mengelilingi ruangan berukuran 4 x 5 meter itu. Ruangan yang kemudian dijadikan bengkel sepeda ini setiap harinya tak pernah sepi dari pengunjung. Berlokasi di Jalan At-Taubah Depok Jawa Barat, pemiliknya bernama Albian. Ia menamakan bengkel sepedanya dengan nama dirinya sendiri, Bengkel Albian.

Sudah beroperasi selama empat tahun, sejak Pandemik Covid melanda Indonesia, bengkel ini tak pernah sepi dari orderan.

Albian punya kelebihan dibandingkan bengkel-bengkel sepeda lainnya. Ia bisa menerima pesanan merakit dan memodifikasi sepeda sendiri. Pelanggannya tak hanya datang dari Depok dan sekitarnya. Ada yang datang dan memesan dari Jakarta, Bogor hingga Bandung. ”Kebanyakan sepeda minion dan sepeda lipat,” ujar Albian kepada Mata Indonesia, Rabu 9 September 2020.

Albian adalah salah satu contoh orang yang berhasil mengambil peluang disaat bisnis dan perekonomian lagi lesu. Selain modifikasi dan merakit, ia pun jual beli sepeda bekas. Tak hanya itu, bengkel sepedanya tetap melayani servis dan perbaikan sepeda. Perhari, menurut Albian, minimal lima orang datang ke tempatnya.

Tren bersepeda memang mulai marak sejak awal Juni 2020 lalu. Imbauan hidup sehat dan harus banyak berolahraga membuat masyarakat pun memilih bersepeda sebagai cara yang paling aman dibandingkan olahraga lain. Albian mengaku awalnya banyak orang yang datang ke bengkelnya untuk memperbaiki leher dan ban sepeda. ”Yang paling menguntungkan tetap sepeda kustom,” katanya.

Berbagai komponen sepeda ia sediakan untuk melayani kepentingan pelanggan. Saat merakit dan memodifikasi sepeda, biasanya Albian membuka harga 1-3 juta rupiah. Itu diluar harga komponen sepeda yang harganya bervariasi.

Orderan dan pesanan semakin banyak saat ini tak membuat Albian senang. Belakangan beberapa komponen sepeda sulit didapat. Terutama ban sepeda. ”Kebetulan nih Ban sepeda lagi susah. Ban ukuran 16 sampai 20 itu susahnya ampun-ampunan saya cari di grosir aja sampe gak dapet. Mungkin karena ada beberapa oknum yang memang sengaja menimbunnya,” katanya.

Reporter: Miskatul Nisa Kamilah

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here