dari denofgeek.com

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sekte Aum Shinrikyo merupakan kelompok radikal asal Jepang yang berdiri pada tahun 1984. Berdasarkan laporan dari BBC, kelompok ini menggabungkan tiga agama yaitu Hindu, Buddha, serta apokaliptik Kristen. Pimpinanya Shoko Asahara mengklaim dirinya adalah gabungan Yesus dan orang yang tercerahkan setelah Buddha.

Kombinasi pemikiran ini telah diikuti oleh ribuan orang di Jepang dan seluruh dunia. Daniel A. Metraux dalam Terrorism in Japan: The Fatal Appeal of Aum Shinrikyo (1995) menegaskan bahwa kelompok ini mempunyai anggota sebanyak 10 ribu orang di Jepang dan ribuan lainnya di Rusia dan Amerika.

Menurut catatan dari David G. Bromley “Dramatic Denouements (2004) Aum Shinrikyo mulai mengalami fase radikal saat memprediksi Armagedon atau akhir zaman pada tahun 1993 dalam bentuk perang nuklir.

Namun pada tahun 1980 konflik terjadi antara Aum Shinrikyo dengan masyarakat Jepang. Keluarga yang anggotanya masuk dalam kelompok ini protes karena ritual pemurniannya membahayakan. Konflik pun semakin meruncing pada tahun 1990, yang akhirya menjadi momentum bagi Asahara untuk berperang melawan masyarakat.

Sementara akhir zaman yang dijanjikan pun tidak kunjung hadir, sehingga Aum Shinrikyo membangun labrotarium untuk produksi senjata kimia dan biologis. Inilah asal muasal terjadinya kejadian gas sarin.

Upaya pembunuhan massal ini terwujud dari serangan teror di lima kereta bawah tanah Tokyo pada 20 Maret 1995. Japan Times melaporkan 6200 orang menderita luka dan 13 meninggal akibat kejadian itu. Peristiwa in pun terkenal dengan nama Insiden Kereta Bawah Tanah Sarin atau Chikatetsu Sarin Jiken.

NBC News melaporkan bahwa serangan teror ini merupakan salah satu yang paling parah selain bom nuklir yang dijatuhkan Amerika Serikat ke Hiroshima dan Nagasaki pada 1945. Asahara beserta puluhan pengikutnya ditangkap oleh kepolisian pada Mei 1995. Ia didakwa atas tuduhan pembunuhan hingga pembuatan senjata ilegal dan obat-obatan terlarang.

Akhir tahun 1996, Asahara mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab atas teror gas sarin di kereta bawah tanah. Ia mengaku melakukan hal itu karena perintah Tuhan. Alhasil, tindakannya ini menghantarkan Asahara pada hukuman mati pada tahun 2018.

Pada tahun 2000 Aum Shinrikyo berubah nama menjadi Aleph dan menyatakan sudah lepas dari kejahatan Asahara. Namun disinyalir bahwa pengaruhnya masih kuat bagi beberapa anggota kelompok ini.

 

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here