Tsunami Palu

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tsunami merupakan salah satu bencana alam yang termasuk ke dalam jenis katastropik, yang artinya dapat menimbulkan kerusakan berskala besar.

Penyebab terjadinya tsunami dapat dipicu oleh beberapa hal, salah satunya yang paling sering terjadi yaitu gempa bumi yang berpusat di laut. Belakangan ini masyarakat Indonesia tengah dihebohkan dengan pernyataan BMKG (Badan Meteorologi dan Geofisika), bahwa diperkirakan akan terjadi tsunami besar setinggi 20 Meter di laut Selatan Jawa.

Namun sebelum itu, sebenarnya di Indonesia sudah beberapa kali dilanda bencana tsunami, mulai dari gelombang dengan ketinggian sedang hingga yang terbesar, bahkan menurut sejarah sudah terjadi sejak tahun 1833 di Sumatera. Berikut sudah kami rangkum 5 tsunami terdahsyat yang pernah melanda Indonesia.

1. Tsunami Aceh (2004)

Bencana alam yang terjadi pada 26 desember 2004 ini merupakan tsunami terbesar yang pernah terjadi di Indonesia, bahkan sering disebut sebagai bencana alam yang paling mematikan sepanjang sejarah. Bagaimana tidak, sebelum gelombang laut menerjang, Aceh sempat diguncang gempa dengan kekuatan yang besar yaitu 9,3 SR yang disebut sebagai gempa bumi megathrust. Gempa bawah laut ini terjadi ketika lempeng Hindia didorong kebawah oleh lempeng Burma dan memicu gelombang tsunami mematikan di sepanjang pesisir daratan yang berbatasan dengan Samudra Hindia. Diketahui gelombang tsunami yang tingginya mencapai 30 meter ini telah menewaskan sekitar 230.000-280.000 jiwa di 14 negara dan menenggelamkan sejumlah pemukiman yang berada di pesisir.

2. Tsunami Pangandaran (2006)

Tsunami Pangandaran terjadi pada 17 Juli 2006. Mengakibatkan dua kampung hilang dan juga memberikan dampak pada daerah sekitarnya seperti, Jawa Tengah dan Yogyakarta. Bencana tersebut juga menelan korban sebanyak 668 jiwa. Dari sisi sains, tsunami Pangandaran merupakan salah satu milestone (tonggak sejarah) yang terpenting dalam pemahaman tentang karakteristik tsunami di Indonesia, dikarenakan tsunami Pangandaran tidak disebabkan oleh gempa bumi yang kuat yang biasanya terjadi di beberapa kejadian tsunami sebagai pertanda bagi masyarakat, contohnya seperti tsunami Aceh.

Hal itu menyebabkan proses evakuasi tidak berjalan dengan efektif, menimbulkan kerugian ekonomi serta kembali memakan korban jiwa yang cukup banyak. Diketahui tsunami Pangandaran terjadi diakibatkan oleh gempa bumi berkekuatan 6,8 SR pada kedalaman 10 kilometer.

3. Tsunami Mentawai (2010)

Menurut Lembaga Survei Geogologi Amerika Serikat (USGS), sebelum terjadinya tsunami pada 25 oktober 2010, sempat terjadi gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang sebagian kawasan pantai Sumatera barat sampai Bengkulu. Gempa ini mengakibatkan terjadinya gelombang tsunami yang menyapu lebih dari dua puluh desa di kepulauan Mentawai. Tak hanya itu, banyak juga korban berjatuhan yang diperkirakan berjumlah 448 orang meninggal dunia dan 100 orang lainnya dinyatakan hilang.

Kejadian tsunami Mentawai ini diketahui merupakan babak baru pada pemahaman tsunami di Indonesia, pasalnya saat terjadinya bencana alam ini, perangkat peringatan dini tsunami yang dimiliki Indonesia ternyata belum bisa menjangkau keseluruhan masyarakat terutama yang berada di pulau-pulau kecil. Ironisnya lagi, tsunami Mentawai terjadi sesaat setelah peringatan dini tsunami berhenti. Gelombang tsunami yang datang pada saat itu telah menghantam kepulauan Mentawai dengan ketinggian mencapai 12 meter.

4. Tsunami Palu (2018)

Pada 28 September 2018, terjadi gempa bermagnitudo 7,4 yang kemudian diikuti dengan tsunami yang menerjang pantai barat pulau Sulawesi pukul 18.02 WITA. Diketahui pusat gempa berada di 26 kilometer utara Donggala dan 80 kilometer barat laut di kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangan gempa bumi dirasakan oleh warga yang berada di Kabupaten Donggala, Parigi Moutong, Sigi, Poso, Tolitoli, Mamuju, Palu, Samarinda, Balikpapan danMakassar. Gempa yang terjadi kemudian menimbulkan tsunami hingga ketinggian 5 meter, dan menewaskan sekitar 2.045 jiwa.

5. Tsunami Selat Sunda (2018)

Peristiwa yang terjadi pada 22 Desember 2018 ini disebabkan oleh letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Gelombang tsunami yang terjadi menghantam daerah pesisir Banten dan Lampung, yang kemudian menelan korban sedikitnya 429 orang dinyatakan meninggal dunia dan 1.485 orang mengalami luka-luka. Diketahui tsunami ini juga menewaskan beberapa artis Tanah Air seperti Heriyanto, seorang komedian yang biasa dikenal dengan AA Gym KW, 3 anggota dan manajer grup band Seventeen dan juga istri dari sang vokalis. Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), bencana alam ini terjadi akibat dari pasang tinggi dan longsor bawah laut hasil dari letusan Gunung Anak Krakatau. Daerah-daerah yang mengalami kerusakan serta menelan korban jiwa dari tsunami ini yaitu Kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, dan Tanggamus.

Reporter: Dhelana Unggul Parastri

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here