Jemaah tampak khusyuk melaksanakan shalat gerhana matahari di Masjid Istiqlal, Jakarta (Foto : MINEWS/Ilham Dewansyah P)
Jemaah tampak khusyuk melaksanakan shalat gerhana matahari di Masjid Istiqlal, Jakarta (Foto : MINEWS/Ilham Dewansyah P)

MATA INDONESIA, JAKARTA-Wabah virus corona jadi momok menakutkan karena penyebarannya makin cepat. Untuk mengantisipasinya, Kementerian Kesehatan Iran meminta pihak berwenang membatalkan salat Jumat dan ibadah berjemaah lain.

Dikutip dari kantor berita Iran, IRNA, juru bicara Kementerian Kesehatan Kianoush Jahanpour mengatakan semua kegiatan yang melibatkan orang banyak harus dibatalkan sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Dilansir dari Anadolu Agency, Iran akan membuka 15 laboratorium medis untuk mendiagnosis infeksi virus corona pada pekan depan. Hingga Jumat pagi 28 Februari 2020, korban meninggal akibat terinfeksi virus corona di seluruh dunia mencapai 2.858 orang.

Sejumlah pejabat penting Iran dikonfirmasi positif terinfeksi, termasuk salah satu wakil presiden. Wakil Presiden Iran yang mengurus persoalan perempuan dan keluarga, Massoumeh Ebtekar dinyatakan positif virus corona.

Ebtekar kini dirawat di rumah dan sejumlah anggota timnya juga ikut diperiksa kesehatannya. Pejabat tinggi Iran lainnya yang terkonfirmasi virus corona adalah Mojtaba Zolnour. Ia merupakan Kepala Komite Keamanan Nasional Parlemen dan Hubungan Luar Negeri.

Dalam sebuah video yang dilaporkan oleh kantor berita Fars, Zolnour yang juga merupakan seorang ulama Syiah diketahui sedang dalam karantina mandiri.

Zolnour diketahui merupakan wakil untuk kota suci Qom di Iran yang menjadi lokasi temuan kasus pertama virus corona di negara tersebut.

Menurut pemberitaan media lokal, di antara korban virus corona yang meninggal Kamis 27 Februari 2020 adalah teolog Hadi Khroroshahi yang pernah menjadi Duta Besar Iran untuk Vatikan pada 1981.

Pada Rabu 26 Februari 2020, Iran sebelumnya telah mengumumkan pelarangan bepergian domestik untuk masyarakat dengan dugaan atau terkonfirmasi virus corona.

Iran juga membatasi akses ke situs ziarah utama Syiah, salah satunya kuil Imam Reza di kota Mashhad dan kuil Masumeh Fatima di Qom.

Kementerian Kesehatan Iran menyebut pengunjung ke kuil tersebut akan diizinkan untuk datang dengan syarat menyediakan cairan pembersih tangan, informasi kesehatan yang memadai, dan masker.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here