Ilustrasi korupsi di negara Zimbabwe
Ilustrasi korupsi di negara Zimbabwe

MATA INDONESIA, JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di negara Zimbabwe bakal mengaudit harta orang kaya. Hal itu dilakukan karena maraknya kasus korupsi yang terjadi di negara tersebut.

Ketua KPK Zimbabwe, Loyce Matanda-Moyo mengatakan operasi baru itu dinamakan “audit gaya hidup intensif” orang kaya, dikutip dari BBC.

Orang-orang kaya yang tidak bisa menjelaskan dari mana sumber atau asal kekayaan mereka bakal disita walaupun pengadilan membersihkan mereka dari tuduhan korupsi.

“Ini adalah audit gaya hidup intensif pada beberapa orang kaya. Mereka harus membuat faktur tentang barang atau jasa apa yang mereka berikan dan ini harus sesuai dengan nilai properti yang dimiliki. Kami juga akan memeriksa apakah orang-orang ini atau perusahaan mereka membayar pajak,” katanya.

Operasi ini dilakukan untuk menuntut penjelasan tentang bagaimana para orang kaya memperoleh kekayaan mereka dikenal sebagai perintah kekayaan yang tidak dapat dijelaskan.

Orang yang sedang diselidiki dapat mendatangi Pengadilan Tinggi untuk menghitung kekayaan mereka, tetapi jika gagal melakukan penghitungan, secara otomatis aset mereka akan disita.

Zimbabwe bukanlah negara pertama yang membalikkan beban pembuktian, mengharuskan individu untuk menjelaskan sumber kekayaan mereka. Pada 2018, Irlandia dan Inggris sama-sama mengubah undang-undang mereka untuk memperkenalkan perintah audit sumber kekayaan orang kaya.

Transparency International baru-baru ini menilai kasus pengadaan alat medis virus corona di Zimbabwe sebagai sesuatu yang mencurigakan.

Organisasi itu mengatakan harga pasokan alat medis naik secara signifikan, yang mengindikasikan kemungkinan korupsi.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here