Virus Corona
virus corona menyebar tanpa terdeteksi

MATA INDONESIA, JAKARTA-Ilmuan Cina mendapatkan kasus baru mengenai penyebaran virus corona. Seorang perempuan muda asal Wuhan, Cina menyebarkan virus mematikan tersebut ke lima kerabatnya. Padahal perempuan berumur 20 tahun itu tidak menunjukkan gejala-gejala terinfeksi corona.

Nah, ini menjadi bukti baru bahwa virus corona bisa menyebar tanpa gejala. Studi kasus ini telah dipublikasi di jurnal medis, Journal of the American Medical Association dan memberikan petunjuk tentang bagaimana corona virus menyebar dan menunjukkan mengapa sepertinya sulit untuk menghentikan penyebarannya.

Melansir Reutres, pakar penyakit menular di Vanderbilt University Medical Centre, Dr William Schaffner mengatakan infeksi bisa terjadi tanpa menimbulkan rasa sakit.

Para peneliti sebelumnya telah melaporkan sejumlah individu yang tidak memiliki gejala namun telah menyebarkan virus corona.

“Anda memiliki pasien ini dari Wuhan, tempat virus berada, yang bepergian ke tempat di mana tak ada virus. Dia tetap tidak menunjukkan gejala dan menginfeksi sekelompok anggota keluarga dan Anda memiliki sekelompok dokter yang segera memanfaatkan momen ini dan menguji semua orang,” kata Schaffner.

Menurut laporan oleh Dr. Meiyun Wang dari Rumah Sakit Rakyat Universitas Zhengzhou dan rekannya, wanita itu melakukan perjalanan dari Wuhan ke Anyang pada 10 Januari dan mengunjungi beberapa kerabat.

Ketika mereka mulai sakit, dokter mengisolasi wanita itu dan mengujinya untuk virus korona. Awalnya, wanita muda itu dites negatif untuk virus corona, tetapi tes berikutnya dia positif.

Kelima kerabatnya menderita pneumonia COVID-19, tetapi pada 11 Februari, wanita muda itu masih belum mengalami gejala apapun, CT dadanya tetap normal dan dia tidak mengalami demam, gejala pernapasan atau perut, seperti batuk atau sakit tenggorokan.

Para ilmuwan dalam penelitian ini mengatakan jika temuan tersebut direplikasi, maka “pencegahan infeksi COVID-19 terbukti sangat menantang.” Katanya.

Pertanyaan kunci sekarang, kata Schaffner, adalah seberapa sering penularan semacam ini terjadi dan kapan selama periode tanpa gejala, seseorang terbukti positif virus corona.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here