MINEWS, PURWAKARTA – Wajah pendidikan di Kabupaten Purwakarta tercoreng akibat oknum guru honorer yang merekam video syur. Dua oknum guru tersebut diketahui bertugas di salah satu SMK setempat.

Hal itu membuat geram Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika. “Mereka itu guru. Masa sih melakukan adegan mesum dengan bukan pasangan yang sah, sampai direkam hingga diunggah (upload) di media sosial juga, itu keterlaluan,” kata Anne di Purwakarta, Minggu 22 September 2019.

Menurut dia, tindakan oknum guru tersebut tidak menjadi contoh yang baik bagi pelajarnya. Ia pun berharap agar video syur oknum yang beredar di media sosial itu cepat hilang agar tidak disaksikan oleh kalangan pelajar.

“Para pelajar harus dilindungi dari konten-konten yang berbau pornografi ataupun porno aksi,” katanya.

Sebelumnya,.Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat menyatakan kalau pemeran perempuan dalam video asusila berseragam ASN Jawa Barat berinisial RJ merupakan korban.

“RJ korban. Mereka pasangan selingkuh,” kata Wakil Direktur Krimsus Polda Jawa Barat, AKBP Harry Brata.

Menurutnya, dalam kasus video asusila tersebut, RJ tidak memiliki peran yang aktif. Saat pengungkapan kasus tersebut pun RJ hanya ditetapkan sebagai saksi.

RJ, kata dia, bisa ditetapkan sebagai tersangka jika dijerat dengan Undang-Undang Pornografi. Sedangkan saat ini pihaknya mengungkap kasus tersebut dengan jeratan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Kalau, misalnya kita terapkan supaya jadi tersangka itu bisa, tapi jadi kategori UU pornografi, namun peran dia tidak aktif,” kata dia.

Saat ini, kata dia, RJ telah dipulangkan setelah menjalani proses penyelidikan sebagai saksi di Mapolda Jawa Barat. Sedangkan pemeran laki-laki berinisial RI yang merupakan penyebar video tersebut ditahan karena ditetapkan sebagai tersangka.

“Sudah kita kembalikan (dipulangkan), statusnya (RJ) masih saksi ya,” katanya.