MINEWS, AFGHANISTAN – Sebuah ledakan hebat terjadi di sebuah masjid pada saat shalat Jumat 18 Oktober 2019 kemarin. Tercatat tragedi yang terjadi di Jawdara, Distrik Haska Mena, Afghanistan Timur tersebut membunuh sedikitnya 62 orang yang sedang shalat.

Sohrab Qaderi, seorang anggota Dewan Provinsi di Nangarhar, memperkirakan jumlah korban meninggal bakal meningkat dan lebih 100 lainnya luka-luka.

“Saya menyaksikan peristiwa ini sangat mendebarkan,” ujar Malik Mohammadi Gul Shinwari, orang tua dari suku di kawasan itu.

Ia menambahkan sebanyak 32 jasad dan sejumlah orang yang luka-luka dikeluarkan dari tempat ledakan itu.

Tezab Khan, seorang personel polisi yang sedang bertugas di kawasan itu mengatakan, “Saya bisa dengar khatib sedang berkhutbah dan tiba-tiba suaranya tak terdengar akibat ledakan.”

“Ketika saya tiba di tempat kejadian, orang-orang sedang berusaha membawa jasad-jasad keluar dan mereka yang luka-luka yang tertindih atap yang runtuh,” ujarnya lagi.

Sebagai informasi, kawasan Jawdara dikuasai oleh pasukan Afghanistan.

Hingga sejauh ini belum ada kelompok gerilyawan yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan-ledakan tersebut. Termasuk kelompok Taliban dan petempur ISIS yang aktif beroperasi di bebarapa bagian Nangarhar –yang dekat perbatasan dengan Pakistan di sebelah timur.