Ilustrasi Omnibus Law UU Ciptaker
Ilustrasi Omnibus Law UU Ciptaker

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sejumlah sisi positif dari UU Omnibus Law Cipta Kerja diungkapkan dalam riset beberapa lembaga pemeringkat asing. Berikut hasil analisis soal UU Cipta Kerja yang dibuat oleh Fitch Rating hingga Morgan Stanley :

Dorong Investasi di Indonesia
Menurut Head of Asia Pacific Sovereigns Fitch Ratings Stephen Schwartz, UU Cipta Kerja menjadi pendorong tumbuhnya investasi di Indonesia.

Ia mengungkapkan bahwa ke depan akan banyak relokasi pabrik dari Cina ke Indonesia asalkan reformasi struktural yang selama ini menjadi kendala besar untuk investasi bisa berjalan lancar.

Angin segar bagi sektor properti
Vice President Senior Credit Officer, Corporate Finance Group Moody’s Investors Service Jacintha Poh mengatakan, perizinan orang asing punya apartemen di Indonesia akan jadi katalis positif untuk pengembang properti.

Menurut dia dibutuhkan waktu agar penjualan naik lebih tinggi, antara jeda waktu penjualan dan pendapatan berikutnya.

Hal tersebut tertuang dalam Pasal 143 UU Cipta Kerja yang berbunyi, “hak milik atas satuan rumah susun merupakan hak kepemilikan atas satuan rumah susun yang bersifat perseorangan yang terpisah dengan hak bersama atas bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama”.

Menguatkan kebijakan moneter
Riset dari Morgan Stanley menyebutkan jika Omnibus Law Cipta Kerja diharapkan bisa menguatkan kebijakan moneter, inflasi, kebijakan fiskal yang akomodatif dan mempercepat belanja infrastruktur.

Dalam laporannya juga disebutkan UU Cipta Kerja ini bertujuan agar modal asing bisa masuk lebih besar ke Indonesia. Kemudian UU ini untuk memangkas birokrasi yang sebelumnya berbelit dan tidak efisien.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here