rupiah
Ilustrasi rupiah

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nilai tukar rupiah atas dolar AS diprediksi akan melanjutkan penguatan di awal pekan, 9 November 2020. Jumat lalu, rupiah ditutup menguat 1,18 persen ke level Rp 14.210 per dolar AS.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, penguatan rupiah ditopang oleh kemenangan Joe Biden dalam Pilpres AS. Kejadian ini membuat dana asing kembali mangalir masuk ke Indonesia, terutama di pasar obligasi.

“Jika tidak ada berita kejutan lain dari pemilu AS, kemenangan Biden bisa membuat rupiah bergerak stabil,” katanya pada Jumat 6 November 2020, melansir kontan.co.id.

Hal senada juga disampaikan oleh analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong. Ia mengatakan, kepastian kemenangan Biden dalam pemilu AS cenderung melanjutkan penguatan rupiah.

Sementara soal cadangan devisa Indonesia yang melemah sudah dieskpektasikan pelaku pasar. Maka hari ini pergerakan rupiah akan cenderung digerakkan oleh faktor eksternal yaitu pemilu AS.

David memproyeksikan, rupiah hari ini akan bergerak di rentang Rp 14.170 per dolar AS hingga Rp 14.270 per dolar AS. Sedangkan, Lukman memprediksikan rupiah akan melaju di kisaran Rp 14.100 per dolar AS hingga Rp 14.300 per dolar AS.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here