Polwan (foto: istimewa)

MINEWS, JAKARTA – Polemik untuk menjadi calon anggota Polisi Wanita (polwan) harus masih perawan alias virgin selama ini menjadi pro dan kontra. Pasalnya, di mata masyarakat awam, hal tersebut dianggap tidak berhubungan dengan kegiatan kepolisian.

Tak hanya itu, calon polisi wanita pun dituntut untuk ‘cantik’. Kedua hal tersebut kini menjadi persyaratan untuk bisa menjadi seorang Polwan.

Namun, bisakah menjadi seorang Polwan dalam keadaan sudah tidak perawan?

Salah satu wanita yang memiliki pengalaman mengikuti seleksi Polwan bernama Siska menceritakan soal syarat-syarat tersebut. Ditemui di kediamannya, Bekasi, Jawa Barat, siswa menyebut ada serangkaian tes ketat yang harus dilalui seseorang bila ingin jadi Polwan.

Pertama, kata dia, adalah tes administrasi. Para calon anggota polwan akan dilihat nilai akademisnya dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Ijazah, rapot, nilai dari sd sampai sma, ktp, akte dan kartu keluarga,” ujarnya.

Tak sampai di situ, para calon anggota Polwan juga melakukan tes psikologi, tes akademik, dan tes kesehatan, termasuk tes keperawanan.

“Tes kesehatan, para calon anggota polwan akan dilihat tinggi dan berat badannya. Apakah ideal atau nggak. Lalu tes THT dan tes keperawanan,” kata Siska.

Ia mengungkapkan wanita yang sudah tidak perawan tidak bisa lolos seleksi. Akan tetapi, jika selaput dara wanita tersebut rusak bukan akibat hubungan seks, melainkan karena kecelakaan maka ia masih memiliki harapan untuk menjadi anggota kepolisian.

“Akan ketahuan sih kalau selaput darah rusak karena hubungan seks atau karena kecelakaan,” ujarnya. (Annastasya Rizqa/RyV)