MINEWS, JAKARTA-Kebersihan mulut dan gigi memang harus dijaga setiap hari agar terhindar dari penyakit. Salah satunya dengan rajin menyikat gigi saat mau tidur atau sesudah memakan sesuatu.

Namun, terkadang kebanyakan orang karena ingin selalu menjaga kesehatannya, menyikat gigi sering dilakukan secara berlebihan. Berdasarkan penelitian, bahwa kegiatan menyikat terlalu sering justru tidak memberikan dampak positif bagi gigi.

Bila disikat lebih dari dua kali gigi akan lebih mudah rusak. Hal ini disampaikan oleh Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi, Bambang Nursasongko. Lalu seberapa sering kita harus menyikat gigi dan Kapan waktu terbaik untuk melakukannya? Berikut bahasannya:

1. Setelah makan jangan langsung disikat

Justru sehabis makan disarankan tidak langsung sikat gigi, karena berbahaya. Sehabis makan, mulut menjadi asam. Kalau gigi kena asam, sama seperti garam kena air, larut dan lama-lama hancur.

Supaya tidak larut disarankan tunggu dulu selama setengah jam setelah sarapan agar ludah kita menetralisir lagi, baru boleh disikat.

Setelah bangun tidur, sebaiknya sekadar kumur-kumur, tidak perlu sampai menyikat gigi. Bau mulut? Itu hanya menimpa orang-orang dengan pola makan berantakan sebelumnya, ada sisa makanan, atau bahkan ada karang gigi.

2. Setelah makan siang cukup kumur-kumur

Begitu juga setelah makan siang, gigi tidak perlu disikat. Menurut dr. Bambang, sebaiknya lakukan ‘kumur-kumur kotor’ setengah jam setelah makan agar makanan yang disantap tidak menempel di gigi.

Gigi bukan seperti mobil limousine. Gigi adalah off-roader yang berjalan di lumpur. Setelah selesai berjalan di lumpur, agar lumpur itu tidak mengeras harus dibilas atau disemprot dengan air yang cukup kuat.

3. Sikat gigi dua kali sehari sudah cukup

Menyikat gigi cukup dilakukan dua kali sehari. Waktu yang paling tepat adalah setengah jam sesudah sarapan dan sebelum tidur. Selebihnya kumur-kumur atau gunakan benang gigi saja untuk membersihkan sisa makanan yang menempel di gigi.