PGRI

MATA INDONESIA, JAKARTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) adalah suatu wadah perkumpulan bagi guru dalam menuangkan aspirasinya. Organisasi ini memperjuangkan hak-hak para guru terutama di bidang profesionalisme sebagai tenaga pengajar.

PGRI merupakan organisasi yang terstruktur dan memiliki jaringan yang sangat luas. Sehingga, ditinjau dari segi keluasan jaringannya, PGRI memiliki potensi menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan nasional, khususnya di bidang pendidikan.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan suatu masyarakat tergantung dari pendidikan dan tingkat ekonomi. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan mempengaruhi tingkat kemiskinan dan tingkat kemiskinan mempengaruhi kesejahteraan serta kesehatan pula. Dengan kata lain, PGRI menjadi wadah dalam mengembangkan nilai moral, perekonomian, dan kesehatan di Indonesia.

Di beberapa daerah, PGRI dihadapkan pada sejumlah tantangan. Oleh karenanya, PGRI dituntut untuk terus berjuang demi kepentingan guru dan tenaga kependidikan.

Masyarakat Indonesai kini sudah kritis. Mereka tidak segan-segan mengomentari segala sesuatu yang dianggap tidak benar. Maka dari itu, PGRI tak luput dari kritikan masyarakat.

Ada masyarakat yang menilai bahwa PGRI sudah kehilangan fungsinya dalam membela dan melindungi hak anggotanya, yakni para guru. Ada pula yang berpendapat jika fungsi PGRI sudah berubah yang awalnya merupakan forum guru kini menjadi alat kontrol bagi guru.

Sebagian lagi berpendapat bahwa PGRI tidak mengurusi masalah yang fundamental, seperti pendistribusian guru yang tidak merata, permasalahan mutu guru, serta persoalan kesejahteraan dan perlindungan bagi guru, khususnya guru honorer.

PGRI sebaiknya memberikan jawaban atas kritik yang dilontarkan masyarakat. Salah satunya dengan mengoptimalkan fungsi dan kewenangan dari PGRI itu sendiri.

Jika selama ini PGRI dianggap kurang dalam melindungi para guru, PGRI bisa memberikan perlindungan pada guru dan bantuan hukum jika dibutuhkan. Karena, saat ini banyak sekali masalah yang muncul berkaitan dengan guru.

PGRI juga bisa melakukan pembinaan dan pengembangan untuk meningkatkan mutu guru di Indonesia. Pendistribusian guru juga harus dilakukan secara merata terlebih di daerah yang kekurangan guru. Ini dilakukan agar kualitas pendidikan di Indonesia merata.

Saat ini banyak guru yang sulit naik pangkat dan masih menjadi guru honorer, PGRI bisa mencari jalan keluar masalah ini. Terlebih, status guru baik yang sudah Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau masih honorer tidak menjadi tolak ukur profesionalisme seseorang.
Untuk masa yang akan datang, diharapkan PGRI dapat menjawab permasalahan-permasalahan yang bermunculan, khususnya di bidang pendidikan Indonesia.

Reporter: Diani Ratna Utami

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here