Omelete
Omelete

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jika pizza berasal dari Italia, sushi dari Jepang, dan kimchi dari Korea Selatan. Lalu, dari mana negara asal omelete atau telur dadar?

Dilansir dari Foodtimeline.org, belum diketahui siapa orang yang memasak omelet untuk pertama kalinya. Namun, masyarakat Prancis mengklaim bahwa mereka lah yang menemukan omelet.

Kini, makanan olahan yang berbahan dasar telur itu sangat populer di seluruh dunia. Tak hanya varian klasik saja, banyak inovasi-inovasi baru yang bisa kita jumpai di berbagai resep omelet. Bahkan, Jepang pernah membuat omelet raksasa sebesar 128,5 meter dengan menggunakan 160.000 butir telur pada 1994.

Alan Davidson mengatakan dalam bukunya Oxford Companion to Food, jika kata omelet berasal dari bahasa Perancis pada abad ke-16 dengan nama amalette. Pada awal abad ke-17, terjadi perubahan penyebutan nama itu dari a ke o di Prancis selatan. Perubahan ini terpengaruh dari kata oeuf yang berarti telur.

Menurut Davidson, hidangan telur yang hampir mirip dengan omelete juga telah dikenal oleh juru masak Romawi kuno. Pada masa itu, mereka sering mengabungkan telur dan susu ke berbaagai hidangannya.

Sejarawan makanan Inggris, C. Anne Wilson, mengatakan jika omelete telah dikenal di Inggris sejak akhir abad ke-14. Saat itu, omelete dihidangkan dengan irisan tanaman herba. Ia mengungkapkan jika resep kuno yang ditulis oleh bangsa Prancis jauh lebih rinci memberikan petunjuk mengenai cara memasak omelete.

Dalam resep itu dituliskan, saat memasak omelete harus menggunakan minyak yang betul-betul panas. Selain itu, telur pun harus dikocok dengan baik dan diberi bumbu-bumbu penyedap di dalamnya.

Karena kelezatannya, Napoleon Bonaparte pun menjadikan omelete sebagai makanan kegemarannya. Awal pertemuan Jenderal Perang Prancis itu dengan omelete adalah ketika ia singgah untuk beristirahat di sebuah desa.

Di sana, Bonaparte meminta seorang warga untuk membuatkan makanan untuknya. Warga tersebut pun menghidangkan omelete untuk sang jenderal. Tak disangka, Bonaparte sangat menyukai rasa makanan itu. Ia pun meminta agar omelete dibuat lebih banyak untuk bekal para prajuritnya.

Bahkan tradisi membuat omelete dalam jumlah yang banyak masih bertahan hingga saat ini. Setiap paskah tiba, masyarakat Haux akan membuat omelete raksasa dari 4500 butir telur. Hidangan ini bisa disajikan untuk 1000 orang.

Reporter: Diani Ratna Utami

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here