BTS (Foto: Big Hit Entertainment)

MATA INDONESIA, SEOUL – Sejak tahun lalu, kabar mengenai pembebasan BTS dari wajib militer (wamil) menjadi perbincangan publik, mengingat kontribusi mereka untuk negara. Sebagai grup pria terkenal di dunia, BTS telah membawa keuntungan ekonomi dan pengakuan ke Korea Selatan.

Dilansir dari KoreaBoo, Administrasi Tenaga Kerja Militer (MMA) telah mengumumkan bahwa mereka tidak bersedia mendukung pembebasan wajib militer untuk RM cs. Mereka memberikan alasan prinsip keadilan dan kesetaraan.

Pengecualian layanan militer memang biasanya diberikan kepada atlet yang memenangkan medali atau pemenang acara musik tradisional. Namun, ada kontroversi tentang keadilan sistem yang mengatakan bahwa artis musik juga harus dapat menerima pengecualian ini.

Beberapa waktu lalu, ada ada RUU untuk merevisi undang-undang dinas militer diusulkan oleh Rep. Jeon Yong Ki dari oposisi utama Partai Minjoo Korea pada 3 September. RUU itu memungkinkan seniman budaya pop (idol) untuk menunda atau dibebaskan dari dinas militer.

Berdasarkan RUU yang diajukan partai politik Minjoo, BTS diharapkan dapat menunda atau bahkan dibebaskan dari pendaftaran militer dan melanjutkan aktivitas musik mereka seperti biasa. Namun, kini kini MMA telah mengambil langkahnya.

Idola K-Pop tidak akan diberikan pengecualian apa pun. Menurut MMA, penyanyi K-Pop tidak memenuhi syarat karena tidak sejalan dengan sikap dasar pemerintah terkait wajib militer.

Sebaliknya, penangguhan pendaftaran adalah opsi yang memungkinkan. Saat ini, sebuah RUU revisi menunggu keputusan, untuk memungkinkan idola K-Pop menunda tugas mereka hingga usia maksimal 30 tahun.

Sesuai dengan hukum yang ada, warga Korea Selatan harus menulis dengan keadaan mereka untuk meminta penangguhan. Tetapi ada kemungkinan penolakan.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here