(Foto: Aikman Wildlife Adventure)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sugar Glider yang memiliki nama ilmiah Pertaurus Breviceps atau dalam Bahasa Indonesia yaitu Wupih Sirsik, adalah sejenis hewan Posum. Ia memiliki ukuran sebesar telapak tangan yang dapat meluncur.

Sugar glider berasal dari keluarga mamalia yang memiliki perilaku omnivora, arboreal, dan noktural, serta termasuk dalam infrakelas Marsupial. Kebanyakan orang mengira hewan ini sebangsa tikus, bajing, tupai terbang, atau hewan pengerat lainnya, karena bentuk sugar glider yang memang agak mirip dengan hewan-hewan tersebut.

Namun ternyata sugar glider bukan berasal dari jenis atau keluarga yang sama dengan sederet hewan tersebut. Sugar glider termasuk ke dalam hewan Marsupial (hewan mamalia yang memiliki kantung pada perutnya), seperti kangguru dan koala.

Kebanyakan sugar glider memiliki bulu berwarna abu-abu, tetapi perut mereka berwarna putih, dan kepala mereka memiliki garis-garis hitam. Sampai saat ini sudah ada berbagai macam jenis sugar glider, di antaranya: sugar glider Classic Grey, White Face sugar glider, sugar glider Albino, dan masih banyak lagi.

Hewan ini memiliki nama sugar glider karena berasal dari kebiasaanya, yaitu Sugar (Gula). Ya, hewan ini menyukai makanan yang manis. Sedangkan Glide (meluncur), karena mereka suka terbang dan meluncur dari pohon ke pohon menggunakan selaput di antara kaki depan dan belakang yang disebut dengan Patagium. Jika diartikan secara keseluruhan sugar glider berarti hewan pemakan makanan manis yang suka terbang dan meluncur.

Sugar glider biasanya bersarang di lubang pohon bersama dengan sugar glider dewasa lainnya. Di mana dalam satu sarang bisa terdapat sepuluh ekor sugar glider. Selain di hutan, mereka juga sering ditemukan di perkebunan dan taman pedesaan.

Sugar glider betina bisa memiliki satu hingga dua anak. Anak-Anak sugar glider biasanya tinggal bersama ibunya sampai mereka berumur tujuh hingga sepuluh bulan.

Hewan mungil nan lucu ini memiliki pola makan fleksibel yang dapat bervariasi sesuai dengan lokasi dan musim. Mereka memakan serangga vebrata kecil, buah, serbuk sari, akasia, dan getah pohon eukaliptus. Mereka juga telah diamati secara sistematis menelusuri kerucut pohon untuk mencari laba-laba dan kumbang.

Habitat asli sugar glider berasal dari daratan utama Australia, Papua New Guinea, dan kawasan Indonesia bagian timur seperti Papua, Maluku Utara, dan kepulauan kecil di sekitarnya.

Berdasarkan sejarah, sekitar tahun 1830-an, hewan ini juga dibawa ke pulau Tasmania. Jenis Genus Petaurus diyakini sudah ada sejak periode awal-pertengahan miosen (18-24 juta tahun lalu). Kemudian tersebar dari Papua ke Australia. Spesies petaurus pertama berada di Australia sekitar 4.46 juta tahun lalu dan sugar glider adalah salah satunya spesies petaurus yang endemic di Australia dan Papua.

Di alam bebas, usia sugar glider dapat mencapai 9-15 tahun. Namun itu semua tergantung dari kondisi iklim, pemangsa, dan persediaan makananan pada habitatnya. Predator yang sering menjadi pemangsa utama mereka adalah burung hantu, ular, dan kucing hutan.

Sugar glider juga merupakan hewan sosial, sehingga pada habitatnya, mereka suka hidup berkelompok atau hidup berkoloni. Biasanya terdiri dari 7 sampai 15 ekor sugar glider dewasa dalam satu kelompok. Mereka dapat saling membantu seperti membersihkan badan, berbagi sarang, makanan, hingga membantu identitas kelompok.

Meskipun terancam oleh hewan liar, kebakaran hutan, dan pembukaan lahan untuk pertanian, sugar glider dianggap memiliki populasi yang stabil di alam liar. Selain hidup pada habitat aslinya, sugar glider juga dapat hidup di tengah masyarakat, dan bisa dipelihara sekaligus menjadi teman bagi manusia karena termasuk jenis hewan yang dapat dijinakkan (bonding).

Jika tertarik memelihara sugar glider sangat diperlukan kesabaran, karena sugar glider mempunyai waktu adaptasi yang cukup lama pada lingkungan barunya.  Namun tidak perlu melakukan perawatan khusus untuk sugar glider karena mereka adalah hewan yang bersih,  tidak perlu pergi ke salon hewan untuk membersihkannya, mereka bisa menggroming dirinya sendiri atau jika ingin memelihara sugar glider yang selalu terlihat bersih anda bisa membersihkannya dengan cara mengusapnya dengan menggunakan tissu basah non alkohol.

Reporter: Dhelana Unggul Parastri

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here