MINEWS, JAKARTA – Kamu kecanduan rokok dan kesulitan berhenti? Mungkin masalahnya adalah kamu terlalu lama menjomblo alias melajang.

Asal tahu saja, dalam penelitian yang dipresentasikan di kongres tahunan internasional tentang kardiologi, EuroPrevent 2019, ternyata menghentikan kebiasaan merokok lebih mudah jika kamu memiliki pasangan dan meminta bantuannya.

Penelitian ini digarap oleh Imperial College London khusus untuk mengevaluasi peran seseorang dalam menghentikan kebiasaan merokok pasangannya. Sebanyak 222 perokok berat yang berisiko mengidap masalah kardiovaskular dilibatkan dalam studi ini.

Mereka, para perkok, diminta ikut dalam program kardiologi preventif selama 16 oekan, dengan mendapat tawaran terapi pengganti nikotin dengan permen karet khusus, dan opsi lainnya, yakni obat varenicline.

Hasilnya, 64 persen pasien merokok yang berstatus jomblo berhenti dari kebiasaan tersebut. Namun, ternyata angka berhenti merokok jauh lebih tinggi pada pasien yang memiliki pasangan, yakni sebesar 75 persen.

Para peneliti yakin, berhentinya para pasien disebabkan pengaruh pasangannya sebagai pengalihan aktivitas

“Dukungan aktif lebih baik daripada komplain dan omongan tak perlu,” ujar salah satu peneliti, Magda Lampridou, dikutip dari Times Now News.

Dengan bantuan pasangan, upaya untuk berhenti merokok dan gejala penarikan nikotin tidak dihadapi sendirian. Akan tetapi, Lampridou mencatat penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengonfirmasi temuan pada perokok yang dinyatakan sehat.

Pedoman pencegahan kardiovaskular European Society of Cardiology (ESC) menyarankan agar menekan konsumsi tembakau dalam bentuk apa pun. Panduan menginformasikan berhenti merokok efektif mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.