Ilustrasi anak kucing (Foto: Istimewa)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kucing oranye menjadi sangat populer di dunia maya lantaran tingkahnya yang bikin geleng-geleng kepala. Mulai dari mencuri makanan majikan, menakut-nakuti harimau hingga berpura-pura mati. Kucing oranye atau yang dikenal dengan kucing jalanan ini ternyata termasuk kucing yang ramah lho, kok bisa?

Menurut The Journal of Applied Animal Science yang menganalisis jawaban survey online dari 1274, pemeliharaan kucing yang berzonasi di Amerika Serikat tentang hubungan perilaku kucing dengan warnanya. Survey tersebut memuat pertanyaan seperti seberapa sering kucing mengigit, mencakar dan bahkan mendesis kepada majikannya layaknya seperti ular. Hasilnya, kucing tortoiseshell berwarna utama hitam atau coklat dengan sub merah coklat atau oranye dan kucing warna calico atau belang tiga banyak dilaporkan agresif dibandingkan kucing warna lain.

Penelitian lain yang dilakukan pada 2015 mengatakan bahwa kucing oranye biasanya menunjukkan sikap pemalas dan lebih santai tapi ramah dan penyayang, tapi berisik. Sementara kucing warna hitam, putih maupun kucing belang tiga dianggap sebagai anti sosial.

Dikarenakan sifat yang berisik, mereka cenderung lebih cerewet dan suka mengeong dengan keras. Hal terdebut guna menunjukkan kasih sayang terhadap majikannya dengan cara mengeong, mendengkur dan lain-lain.

Meski sudah banyak penelitian yang dilakukan tentang hubungan antara warna dan tingkah laku kucing, ternyata penelitian-penelitian masih dianggap bias dan belum bisa dipastikan.

Kucing oranye merupakan kucing yang dikelompokkan sebagai kucing tabby karena pengelompokkan yang dilakukan berdasarkan pola dan motif mantel bulu yang ada pada si kucing.

Namun, tidak semua kucing tabby berwarna oranye, ada yang bulunya berwarna abu-abu, coklat atau bahkan kehitaman. Jika diperhatikan dengan seksama, kucing oranye memiliki pola garis berbentuk huruf “M” tepat di atas matanya.

Dilansir Science Focus, data menunjukkan bahwa 80 persen kucing oranye berjenis kelamin jantan sedangkan sisanya adalah betina. Hal ini berkaitan dengan DNA. Para betina memiliki dua kromosom X sedangkan jantan memiliki kromosom XY.

Gen yang berfungsi untuk memberi warna oranye adalah kromosom X. Para betina membutuhkan dua kromosom X oranye dari induknya untuk menjadi kucing oranye sedangkan jantan hanya butuh satu. Maka dari itu, kesempatan kucing jantan untuk menjadi “Si Oren” lebih besar dibandingkan betina

Reporter: Fifi Zuniarti

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here