Ukiran kucing di gurun Peru (New York Times)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pecinta kucing pasti senang jika melihat fenomena satu ini. Ditemukan sebuah ukiran bergambar kucing raksasa di lereng bukit gersang tepat di sebelah selatan Peru.

Dilansir dari New York Times, Senin 19 Oktober 2020, para arkeolog menemukan sketsa pudar saat merombak bagian dari situs warisan UNESCO yang dikenal sebagai Garis Nazca, Kementerian Kebudayaan Peru mengumumkan minggu lalu.

“Penemuan ini sekali lagi menunjukkan kekayaan warisan budaya yang beragam dari situs ini,” kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.

Gambar membentang sejauh 40 meter di lereng bukit di Peru, menunjukkan makhluk dengan telinga runcing, mata seperti bola dan ekor bergaris panjang. Tampak seperti seekor kucing yang sedang bersantai.

Usia ukiran itu pun bikin masyarakat tercengang, yakni lebih dari dua ribu tahun yang lalu. Para ahli memperkirakan ukiran tersebut ada sejak 100 sebelum Masehi hingga 200 sebelum Masehi.

Lukisan kucing itu diyakini lebih tua dari geoglyph prasejarah mana pun yang sebelumnya digali di Nazca. Sebelumnya, gambar burung kolibri, monyet, dan orca ditemukan di situs tersebut.

Garis Nazca pertama kali ditemukan oleh surveyor udara Peru pada tahun 1927. UNESCO telah menetapkan Garis dan Geoglif Nasca dan Palpa sebagai Situs Warisan Dunia sejak 1994.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here