Rendy Pandugo (Foto: Instagram/@rendypandugo).

MINEWS, JAKARTA – Musisi Rendy Pandugo baru saja merilis single terbarunya yang berjudul ‘Why?‘ pada Jumat 20 September 2019 lalu. Tak hanya sendiri, Randy diketahui turut menggandeng rapper Matter Mos.

Sebelum single-nya dirilis, Rendy Pandugo sempat menceritakan bahwa single barunya yang ini menggambarkan keresahan yang ia alami akhir-akhir ini. Lewat lagu ini Randy juga mencoba mewakili perasaan dari kaum millenial.

“Cerita di lagu ini akan mengenai tentang keresahan gue sih yang sedang terjadi sekarang ini. Baik dari gue maupun orang lain. Kurang lebih menceritakan tentang kegelisahan kita sebagai millenial,” kata Rendy pada Kamis 12 September 2019 lalu.

Pria kelahiran Medand, 7 Mei 1985 ini berharap lagu barunya tersebut bisa diterima baik oleh para pecinta musik Indonesia. Ia juga berharap pesan dari lagu tersebut bisa sampai di hati para masyarakat yang mendengarkannya, terutama millenial.

Penasaran dengan lagu Randy yang katanya liriknya anak millenial banget? Berikut lirik dan terjemahannya:

Our love is such a dream (Cinta kita adalah mimpi)

Fragile and cold as it seems (Rapuh dan dingin seperti yang terlihat)

It was beautiful before (Sebelumnya terasa indah)

Now we can’t taste it anymore (Kini kita tak bisa merasakannya lagi)

 

Distracted by the time (Terganggu oleh waktu)

Surrounded by the lies (Dikelilingi oleh kebohongan)

We are broken by the words (Kita terpisah oleh kata-kata)

We had everything, and now it’s lost (Kita memiliki segalanya, dan kini telah hilang)

 

Why should we say goodbye? (Kenapa kita harus mengucapkan selamat tinggal?)

Why do we hate each other? (Kenapa kita saling membenci satu sama lain)

Why should we say goodbye? (Kenapa kita harus mengucapkan selamat tinggal?)

Can’t we just stay together? (Tak bisakah kita tetap bersama?)

We can keep the love forever! (Kita bisa menjaga cinta selamanya!)

 

All we need is just to compromise (Yang kita butuhkan hanyalah kompromi)

And make all these things right (Dan memperbaiki semua hal yang ada)

Stop this pain, I’m losing my brain (Hentikan rasa sakit ini, aku tak bisa berpikir lagi)

Can’t we just rewind, start all over again? (Tak bisakah kita mundur saja, memulai semuanya dari awal lagi?)

 

Bring all the memories (Bawa semua kenangan)

Sticthed up by the melodies (Terjegat oleh melodi)

Just don’t worry (Hanya saya, jangan khawatir)

We’re gonna feel like (Kita akan merasa seperti)

That’s where we are meant to be (Bahwa di situlah kita seharusnya berada)

 

We will fight for something we believe, oh (Kita akan berjuang demi sesuatu yang kita percaya)

And we’ll give up (Dan kita akan menyerah)

For something that we can’t deny (Untuk sesuatu yang tak bisa ditolak)

And here we are (Dan di sinilah kita)

In the edge of the dark (Di ujung kegelapan)

We don’t need to feel rush (Kita tak perlu terburu-buru)

‘Cause we’ll find a way out (Karena kita akan menemukan jalan keluar)

Yeah, we’ll find a way out (Yeah, kita akan menemukan jalan keluar)

 

The times are hardest, when all we fighting was each other (Saat-saat tersulit, ketika kita bertarung satu sama lain)

We at war while we know love is all that matters (Kita berperang sementara kita tahu cinta adalah yang terpenting)

We kept falling to the same kind of broken promises (Kita tetap terjebak ke dalam janji yang tak bisa ditepati)

I need to go back to the core ’cause I’m losing focus, Lord (Aku harus kembali ke inti karena aku kehilangan fokus, Tuhan)

 

Yeah, I’m here to stay, girl (Yeah, aku di sini untuk bertahan)

We can find a way, girl (Kita bisa melewati ini)

‘Till I found a way (Hingga aku menemukan jalan keluarnya)

 

I need an ego check (Aku perlu memeriksa egoku)

Spoon-fed you my verses (Menyuapimu dengan sajak-sajakku)

Here’s a humble pie I’m serving (Inilah sajak sederhana yang aku sajikan)

I’m learning ’bout self love and forgiving (Aku belajar tentang cinta dan pengampunan diri)

Lemme ask you this question (Izinkan aku menanyakan pertanyaan ini padamu)

Why do we fight when all we got was each other? (Kenapa kita bertengkar ketika yang kita dapat hanyalah saling menyakiti)

 

There is a place for us (Ada tempat untuk kita)

There is a hope for love (Ada harapan untuk cinta)

There is a home for love (Ada rumah untuk cinta)

This is the place where we were meant to be (Ini adalah tempat di mana seharusnya kita berada)