MATA INDONESIA, JAKARTA– Indonesia dikenal sebagai negara yang luas. Sebanyak 34 provinsi yang terdiri lebih dari 17.000 pulau. Indonesia memiliki kebiasaan adat yang berbeda mulai dari budaya, bahasa, hingga kuliner. Maka tak menyangka bahwa Indonesia menjadi tempat kuliner yang berbagai macam cita rasa.

Membahas soal kuliner, nasi menjadi bahan utama orang Indonesia sebagai pengisi perut di pagi hari maupun makan malam. Maka tak heran Indonesia memilkki varian kuliner nasi yang berbeda di setiap wilayah. Kuliner nasi Nusantara ini dijamin memiliki rasa yang bisa memanjakan pecinta kuliner. Inilah jajaran oalahan nasi khas Indonesia yang harus Anda coba.

1. Nasi Liwet Solo

Nasi liwet atau sego liwet merupakan salah satu olahan nasi khas warisan nenek moyang. Nasi liwet ini berasal dari Solo, Jawa Tegah. Pada tahun 1819 menjadi tahun bermulanya resep nasi liwet yang ditulis di buku Serat Chemtini (1814-1823). Buku tersebut salah satu Karya Sastra terbesar dalam Kesusastraan Jawa baru. Pada zamannya, nasi liwet Solo pernah menjadi bagian sakral dari sebuah upacara dan ekspresi kultural Jawa dalam dunia kebahasaan.

Nasi liwet Solo hadir di kalangan masyarakat desa Manuran, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Nasi liwet Solo sudah tersebar menjadi makanan kesehariannya. Resep yang tertulis di Serat Chemtini memuat naskah yang menyinggung nasi liwet dengan selarik kalimat ‘liwet anget ulam kang nggajih/ wus lumajeng ngarsi/ sadaya kemebul’

Melalui vlog Ria SW dengan judul ‘Makanan Legendaris Solo #02’, disebutkan nasi liwet dibuat dengan campuran santan kelapa. Sehingga terasa lebih gurih dan tekstur nasi yang lebih lembut. Cocok dipadukan dengan lauk pauk lainya, seperti sayur labu siam, ayam suwir, opor telur dan di tambahkan taburan santan kelapa berbumbu (areh).
”Ini dia berani banget main santannya, banyak banget, berasa banget santannya dan ayamnya digodoknya selama 5 jam-an gitu. Ini satu sendok kesederhanaan tapi penuh kebahagian,” ujar Ria melalui kanal Youtube-nya Ria SW.

2. Nasi Kebuli

Nasi Kebuli atau ucapan bahasa arabnya ‘kabuli’ merupakan sajian menu budaya Arab Timur dan India Muslim. Kebuli memiliki cita rasa kuliner khas bagi warga keturunan Arab. Pasalnya, nasi kebuli kerap Anda jumpai di setiap acara keagamaan atau hari raya Islam. Nasi kebuli termasuk makanan khas Indonesia yang dibuat oleh warga Indonesia keturunan Arab. Sehingga, hidangan ini amat populer dan pas dilidah masyarakat Indonesia termasuk masyarakat Betawi Jakarta

Dalam berbagai kesempatan lainnya sering juga dijumpai acara Idul Fitri, Maulid Nabi Muhammad SAW, Isra’ Mi’raj bahkan acara pernikahan. Biasanya nasi kebuli disajikan dalam 1 porsi pribadi atau seringkali disajikan dalam nampan besar untuk disantap bersama lima sampai sepuluh orang sekaligus.

Nasi kebuli memiliki aroma yang khas, cita rasa yang gurih dan berwarna kekuningan. Rasanya yang lezat didapat dari olahan nasi bersama kaldu daging kambing, susu kambing, atau santan kelapa. Serta tak lupa rempah lainnya seperti bawang putih, bawang merah, cengkeh, jintan, ketumbar, pala, lada hitam, kayu manis, dan minyak samin. Setelah nasi di nanak, biasanya nasi kebuli cocok disandingkan dengan daging kambing goreng dan taburan kurma atau kismis.

3. Nasi Subut

Nasi subut adalah makanan khas yang berasal dari Kalimantan Timur, tepatnya oleh masyarakat Tana Tidung. Diketahui nasi subut ini sudah ada sejak nenek moyang dengan maksud untuk mengurangi makan nasi berlebihan. Uniknya nasi ini dibuat dari campuran ubi jalar ungu dan biji jagung. Sehingga nasi akan bertekstur pulen dan warna yang keunguan. Maka tak heran, msyarakat sana menganggap nasi ini sebagai makanan yang menyehatkan

Melalui kanal Youtube Resep Alam bersama Daus Taslim menunjukan video tutorial pembuatan nasi subut. Daus menjelaskan bahwa bahan dasar nasi subut adalah campuran antara nasi, ubi jalar dan biji jagung.

Beras dimasak seperti biasa kemudian ubi dipotong berbentuk dadu dan di kukus, serta biji jagung pun ikut dikukus yang sudah ditaburkan sedikit garam agar terasa gurih. Setelah ketiga bahan sudah matang, langkah selanjutnya ialah dicampur menjadi satu. Nasi subut akan lebih sedap dan lengkap jika dipasangkan dengan ikan bakar dan sate ikan pari.

4. Nasi Minyak

Nasi minyak merupakan kuliner hasil asimilasi antara budaya Lokal Melayu Palembang, dan pendatang Arab yang menetap di kawasan Pasar Kuto, kota Palembangg. Namun, nasi minyak yang tampak seperti nasi kebuli ternyata memilki perbedaan di bahan utama yaitu beras. Jika nasi kebuli biasanya menggunakan beras basmati, sedangkan nasi minyak di Sumatera Selatan dan Jambi menggunkan beras lokal.

Konon, nasi minyak merupakan sajian istimewa bagi keluarga kesultanan Palembang Darusallam. Hidangan ini rutin untuk disajikan setiap hari jumat selepas Sultan Palembang menunaikan shalat Jumat. Namun kini, nasi minyak dapat dinikmati ole masyarakat umum di acara-acara Islam hingga dijual di kedai, Palembang.

Nasi minyak dicirikan sebagai masakan yang memiliki aroma kuat. Bumbu nasi ini dicampurkan dengan berbagai rempah yang terdiri dari kayu manis, bunga lawang, jinten, pala, kapulaga, ketumbar dan bunga pala. Kemudian semua rempah direbus hingga menghasilkan kaldu rempah sebagai air untuk menanak nasi. Bumbu dapur selanjutnya ditambahkan bawang merah, bawang putih halus, jahe bubuk dan nanas yang telah dihaluskan ditumis bersamaan minyak samin.

Reporter: Tara Saphira Kirana Hasannudin

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here