MATA INDONESIA, JAKARTA – Nusantara menyimpan kekayaan kuliner yang tiada banding. Dari Sabang hingga Merauke, kamu bisa menemukan banyak makanan khas Indonesia yang lezat dan sebagian terkenal hingga ke mancanegara.

Selain karena kelezatannya, banyak makanan khas Nusantara yang terkenal dengan nama yang aneh. Berikut ini beberapa di antara menu kuliner dengan nama unik dan nyeleneh. Tapi jangan buru-buru berpikir kotor, ya!

1. Kue Tete

Punya nama asli kue ape atau serabi Jakarta, kue dengan bentuk bulat dengan bagian tengah yang ‘munjung’ ke atas ini biasa disebut dengan kue tete. Apakah tete yang dimaksutkan adalah payudara?

Sebutan ini dimaksudkan karena bentuknya yang memang agak mirip dengan payudara.

Kue ape ini terbuat dari campuran tepung terigu, gula dan santan dan dipadu dengan topping keju hingga meisjes. Warnanya hijau cerah karena ada perpaduan rasa pandan yang nikmat.

Penjual kue ape ini biasanya ada di pinggir-pinggir jalan ibu kota atau di jajakan dengan gerobak di depan sekolah dengan harga Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per kue.

2. Kue Peler Bedebu

Peler bedebu adalah kue yang terbuat dari ubi yang ditumbuk dengan sagu, diisi dengan gula merah, lalu dikukus. Di tempat lain, makanan tersebut mirip dengan klepon yang bisa dimakan dengan dicampuri ampas kelapa.

3. Kue Tolpit

Tolpit menjadi salah satu makanan dengan nama jorok dan ngeres. Tolpit merupakan akronim dari kontol kejepit. Selain itu, ada juga yang menyebut tolpit sebagai kue “mana tahan.”

Makanan asli Sanden, Bantul, Yogyakarta ini juga akrab disebut adrem.Tolpit dibuat dari adonan tepung beras, kelapa, dan gula jawa yang digoreng. Tentunya rasa kue tolpit adalah manis.

4. Kue Onde-Onde Ketawa

Camilan khas Nganjuk satu ini terbilang unik, namanya Onde-onde Ketawa. Dari namanya saja sudah unik, yaitu Ketawa, atau mirip dengan ‘tertawa’. Onde-onde ini sangat berbeda dengan yang biasa kita jumpai.

Umumnya, Onde-onde berbentuk bulat dengan isian di dalamnya. Namun, Onde-onde Ketawa khas Nganjuk ini tidak demikian. Bentuknya yang unik ini, bisa jadi alasan masyarakat menyebutnya, Onde-onde Ketawa.

Onde-onde ini memiliki bentuk bulat dengan permukaan atas mekar seperti kue kukus kecil. Bentuk mekar inilah yang sering disebut mirip orang tertawa. Berbeda dengan Onde-onde pada umumnya, Onde-onde Ketawa tidak memiliki isian di dalamnya.

Onde-onde Ketawa ini cukup mudah didapatkan di pasaran. Banyak orang yang menjual camilan khas ini.

Selain untuk mengganjal perut yang lapar, camilan ini juga cocok dijadikan bekal saat bepergian. Sementara bagi para wisatawan yang berkunjung ke Nganjuk, camilan ini bisa dijadikan sebagai oleh-oleh.

5. Kue Cubit

Kue berukuran sekitar 4 sentimeter ini populer di Jakarta. Ketika matang, kue ini biasa diangkat dengan capit makanan, seperti dicubit. Sekilas mirip kue lumpur, tetapi lebih banyak taburan topping di atasnya.

6. Ketela Bajingan

Makanan ini berupa ketela yang dimasak dengan gula Jawa dan santan, lalu disajikan dengan kuah manis yang kental. Karena disajikan utuh tanpa dipotong terlebih dahulu, makanan ini terlihat mirip dengan bajing rebus sehingga disebut ketela bajingan.

Makanan tersebut merupakan makanan khas yang berasal dari Temanggung, Jawa Tengah.

7. Memek Simeulue

Mendengar nama masakan ini tentu konatasinya sudah negatif. Memek yang dimaksud di sini ialah makanan khas Aceh. Namanya terkesan jorok, tapi itu berasal dari bahasa Devayan yang berarti bersuara gemeretak saat dimakan.

Makanan tradisional ini berasal dari daerah Simeuleu yang terbuat dari beras ketan putih yang digongseng dengan pisang, santan dan gula.

Kemudian dicampur dan ditumbuk dengan menggunakan bayang pisang hingga halus. Makanan ini biasanya disajikan untuk jamuan acara pesta atau hari besar.

8. Peler Kambing

Peler kambing atau pempek pisang adalah sebuah hidangan khas Palembang. Hidangan tersebut merupakan sejenis pisang goreng yang terbuat dari campuran tepung terigu dan pisang yang dihaluskan.

Setelah tercampur rata, adonan lalu digoreng hingga kuning keemasan dan diberi taburan gula halus. Sebutan peler kambing sendiri sebenarnya berasal dari orang luar Palembang. Diduga sebutan tersebut berasal dari pendatang yang hijrah ke Kota Palembang.

9. Kerupuk Melarat

Makanan khas Cirebon ini biasa disajikan dengan sambal asam. Kerupuk ini disebut melarat karena tidak digoreng dengan minyak, tetapi dimasak dengan pasir yang telah dibersihkan terlebih dahulu.

Kerupuk ini tersedia dalam beraneka ragam warna yang menarik, yaitu hijau, putih, kuning, dan merah muda. Kamu paling suka warna apa?

10. Kuku Macan

Kuku macan merupakan kerupuk ikan tengiri, salah satu camilan khas Balikpapan. Bentuknya mirip dengan kuku jari yang runcing. Karena ukuranya agak besar, sehingga disebut kuku macan.

11. Mi Pentil

Mi khas Bantul, Yogyakarta ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Terbuat dari bahan utama tepung tapioka.

Karena itu, tekstur minya pun sangat kenyal. Minya berwarna putih dan kuning, diolah dengan cara digoreng dengan campuran suwiran ayam, bakso, hingga telur.

Penggunaan kata “pentil” tidak mengandung makna kotor tentunya. Melainkan karena ukurannya yang mini jika dibandingkan dengan mi pada umumnya.

Dalam bahasa Jawa, “pentil” berarti kecil atau belum matang. Namun, ada pula yang mengartikan mi pentil karena bentuknya serupa pentil sepeda.

12. Mi Lendir

Mi Lendir merupakan salah satu makanan khas dari Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Mi tersebut memiliki kuah yang kental berwarna cokelat. Lalu, kuah ini dicampurkan beberapa bahan seperti kacang tanah dan ubi jalar yang menjadi bahan dasar pada kuahnya.

Sebenarnya, mi lendir sama dengan mi biasa, yaitu mi kuning. Hanya saja, makanan yang biasanya di jual di warung-warung makanan ini disebut mi lendir karena kuahnya yang terlihat seperti lendir.

Lalu, walaupun mi lendir jadi makanan khas Kepulauan Riau, ternyata Mi Lendir pertama kali dibuat oleh orang Jawa lho. Selain di Tanjungpinang, Mi Lendir juga terkenal di daerah Batam, dan Kota Tanjung Balai Karimun.

13. Nasi Kentut

Nasi kentut merupakan makanan khas Medan yang dimasak dengan daun kentut (paederia scandens). Atau biasa dikenal orang Jawa dengan nama daun kesembukan.

Daun kentut digunakan sebagai campuran nasi. Kemudian dibungkus dengan daun pisang saat dibakar dan menghasilkan aroma yang sangat khas.

Meskipun daun ini berbau tidak sedap seperti kentut manusia, tetapi daun ini banyak khasiatnya lho. Di antaranya mengobati sariawan, mengatasi perut kembung, mengobati mata dan radang telinga.

Biasanya nasi ini disajikan dengan beragam lauk enak seperti ayam goreng, ayam gulung, ikan pepes, ikan teri, tahu, tempe, sambal dan lalapan, sesuai selera. Harganya biasanya sekitar Rp 15.000. Sudah pernah coba?

14. Ketupat Jembut

Ketupat jembut merupakan makanan khas Jawa Tengah. Makanan ini berupa ketupat seperti umumnya. Namun, pada ketupat jembut terdapat isian di dalamnya.

Ketupat jembut biasanya ada saat setelah lebaran sebagai makanan perayaan menyambut bulan Syawal. Rasanya lebih enak dari ketupat yang biasa tidak dibumbui.

Ketupat jembut dibumbui saat proses memasaknya dan diisi taoge. Kemudian dibentuk seperti alat kelamin perempuan.

15. Sate Kere

Jika tadi ada kerupuk melarat, nah yang satu ini namanya sate kere, gimana jadinya ya kalau dimakan bareng? Udah melarat, kere pula, haha.

Sate kere merupakan salah satu makanan khas Solo. Namanya berasal dari sulitnya kalangan menengah ke bawah untuk membeli sate daging.

Kere sendiri dalam bahasa Jawa artinya melarat atau miskin.  Itulah mengapa disebut sebagai sate kere.

Sate ini terbuat dari tempe gambus, yaitu tempe yang terbuat dari ampas tahu dan tetap dilengkapi bumbu kacang seperti sate pada umumnya.

Itulah beberapa nama makanan khas Indonesia yang sangat aneh. Kalau di daerah tempat tinggalmu, makanan apa yang paling aneh?

Reporter: Indah Utami

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here