Sakit kepala. (Foto: National Headache Institute)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Mengalami sakit kepala dari waktu ke waktu karena berbagai alasan adalah hal yang wajar. Masalahnya dimulai ketika Anda sudah menganggap sakit kepala menjadi hal yang biasa

Namun, jangan pernah remehkan sakit kepala, pasalnya sakit kepala dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Seseorang mungkin mengalami nyeri ringan hingga parah yang mungkin tak pernah hilang sepenuhnya.

Sejatinya, sakit kepala cukup rumit daripada yang diperkirakan oleh kebanyakan orang. Ada bermacam-macam jenis sakit kepala, dari yang biasa hingga kronis, dan masing-masing memiliki gejala, pemicu, dan memerlukan pengobatan yang berbeda.

Penting untuk memahaminya dengan baik, sehingga Anda dapat menanganinya bila sakit kepala kembali menyerang. Melansir Times of India, berikut 3 jenis utama sakit kepala dan cara menanganinya.

Sakit kepala tegang kronis

Sakit kepala tegang kronis adalah jenis sakit kepala yang paling umum dialami orang. Hal ini terjadi karena kontraksi otot-otot di dahi, yang dapat menyebabkan nyeri tumpul dan nyeri di kedua sisi kepala.

Sakit kepala tegang ringan sampai sedang, dalam hal nyeri tidak mengganggu kehidupan sehari-hari. wajib diketahui bila suara keras, asap, dan layar cerah dari gadget dapat menyebabkan sakit kepala tegang, bahkan dehidrasi. Minumlah air yang cukup dalam dan istirahatlah dari pekerjaan Anda untuk menghindari hal ini.

Migrain kronis

Sakit kepala akibat migrain biasanya hanya dirasakan di satu sisi kepala. Ini sebagian besar adalah kelainan genetik yang disebabkan karena disregulasi neurotransmitter, peradangan dan aktivitas listrik yang bersemangat di otak.

Orang yang menderita sakit kepala jenis ini biasanya mengalami sakit menusuk, yang bisa berlangsung selama berhari-hari. Sakit kepala migrain juga meningkatkan kepekaan terhadap cahaya, suara, dan bau.

Ini umumnya merupakan gangguan episodik yang dapat disebabkan karena beberapa faktor gaya hidup seperti penggunaan obat sakit kepala yang diresepkan atau dijual bebas secara berlebihan. Untuk mengelola kondisi ini, seseorang harus tahu apa yang memicu sakit kepala mereka. Alkohol, diet, atau stress, adalah sederet hal yang harus Anda hindari.

Sakit kepala karena kafein

Seperti namanya, sakit kepala karena kafein dipicu oleh asupan kafein yang berlebihan dalam sehari. Kandungan kafein yang ada di dalam kopi mempengaruhi aliran darah di otak kita.

Terlalu banyak mengonsumsi alkohol dalam sehari dapat memicu sakit kepala karena kafein dan menghentikannya secara tiba-tiba dapat memiliki efek yang serupa. Orang yang sering mengalami migrain kebanyakan dipicu karena kafein. Untuk menghindarinya, konsumsi kafein secukupnya. 250 ml kopi, dua kali sehari sudah lebih dari cukup.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here