Ilustrasi Hari Aids Sedunia (pixabay)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jika ada orang di sekitarmu yang mengidap penyakit HIV/AIDS, biasanya kamu akan melihat kondisinya yang lebih kurus dan terlihat seperti sulit gemuk. Masalah tersebut memang umum dialami oleh pasien HIV/AIDS.

Menurut National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) penyebab utama yang membuat seorang pasien HIV/AIDS cenderung susah gemuk belum dapat dipastikan.

Dilansir dari Hello Sehat, dari segi perkembangan penyakitnya, infeksi HIV memiliki beragam cara untuk berkontribusi terhadap penurunan berat badan yang cepat. Terutama dari keberadaan virusnya itu sendiri yang melemahkan sistem imun.

Virus HIV/AIDS dapat menyumbang penurunan berat badan hingga 10 persen dari berat awal sebelum terinfeksi. Di sisi lain, efek samping pengobatan yang dijalani selama ini juga bisa berpengaruh pada perubahan nafsu makan.

Sementara itu, virus tersebut dapat menganggu kerja metabolisme sehingga menurunkan kemampuan tubuh untuk menyerap makanan. Ketika tidak mendapat cukup asupan makanan, tubuh menggunakan cadangan energi dari lemak dan protein dari otot.

Jika hal ini terjadi terus-menerus, pasien HIV/AIDS akan susah gemuk karena selalu kehilangan massa dan massa ototnya. Masalah berat badan tersebut sangat berisiko membuat penderita HIV dan AIDS kekurangan gizi apabila dibiarkan terus menerus.

Meski begitu, tetap ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar pasien HIV/AIDS bisa tetap mendapatkan berat badan yang ideal. Mulai dari makan lebih sering dan banyak, konsumsi cemilan, rutin jalani pengobatan hingga berolahraga.

Konsumsilah makanan yang kaya nutrisi dan vitamin agar tubuh pasien HIV/AIDS tetap sehat dan bugar, dan sistem kekebalan tubuh tetap terjaga.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here