Ilustrasi stres. (Foto: Istimewa)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sejak adanya Covid-19 pemerintah menerapkan social distancing dalam upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19. Namun, social distancing ini berdampak pada interaksi sosial di masyarakat.

Dalam social distancing membuat orang berkomunikasi menjadi terbatas dan sulit. Karena biasanya, masyarakat terbiasa dalam kebersamaan, kerja sama, dan lainnya yang berhubungan dengan interaksi sosial. Kini hanya bisa berinteraksi secara online.

Menurut Coleman, memudarnya interaksi sosial disebabkan hilangnya media interaksi sosial. Contohnya, pelajar atau mahasiswa tidak memiliki lagi kesempatan untuk berinteraksi dengan teman-temannya dan pengajarnya. Di masjid, masyarakat tidak ada lagi salat Jumat dan salat berjamaah.

Sesama anggota keluarga tidak lagi bisa berbagi kebahagiaan ketika pesta perkawinan karena ada larangan. Kebijakan Work From Home (WFH) telah memutus interaksi sosial antarpegawai, ditutupnya tempat wisata membatasi orang untuk melepas penat.

Menurut Siska Dwi Paramita, Biro Psikologi Q-tha, mengatakan mudahnya muncul kesalahpahaman dan bisa muncul sebuah perasaan rasa tidak ada lagi yang peduli atau memperhatikan secara langsung.

Padahal dalam social distancing seharusnya tidak mengurangi interaksi sosial, tetapi tetap mematuhi protokol yang sudah diberikan pemerintah. Ada berbagai cara agar interaksi sosial tetap berjalan.

1. Memanfaatkan video call

Teknologi yang sudah canggih seperti sekarang harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin, seperti memanfaatkan video call bagi masyarakat yang bekerja secara WFH atau pelajar dan mahasiswa yang melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama di rumah.

Saat ini sudah banyak media sosial yang yang bisa dipakai untuk melakukan video call, seperti Google Meet, Zoom, Skype dan lainnya. Walaupun tidak berjumpa secara fisik, tapi pertemuan seperti ini dirasa sudah cukup untuk berkomunikasi.

2. Tetap berkirim pesan

Walaupun selama pandemi ini belum bertemu secara langsung, tetapi menjaga komunikasi dengan baik itu perlu. Sekarang sudah banyak sekali media sosial untuk berkirim pesan, seperti WhatsApp, Line, KakaoTalk, dan lainnya.

Hal ini bisa dilakukan satu atau dua hari sekali menghubungi kerabat terdekat. Dengan hal ini siapa tahu hubungan bisa menjadi lebih akrab.

3. Rayakan hari spesialnya

Biasanya, merayakan hari spesial atau hari ulang tahun teman dirayakan secara langsung. Kali ini kalian bisa mencobanya dengan cara yang berbeda, yaitu dirayakan secara online melalui video call. Walaupun merasa kurang, tetapi mungkin saja teman kalian merasa senang.

4. Melakukan kegiatan bersama secara online

Walaupun mengalami kesulitan selama pandemi yang serba online ini, tetapi ada berbagai cara yang bisa dilakukan dengan mudah. Contohnya di saat WFH atau PJJ merasakan jenuh dan bosan, bisa dicoba dengan cara menonton film secara online dan virtual bersama teman.

Kalian bisa mencoba platform seperti Rave, Netflix Party, Watch2gether dan lainnya untuk menonton film bersama secara virtual.

Reporter: Laita Nur Azahra

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here