Artwork lagu Apa Petra Sihombing
Artwork lagu Apa Petra Sihombing

MATA INDONESIA, JAKARTA – Masa pandemi corona yang masih terjadi di Indonesia tak menyurutkan Petra Sihombing merilis lagu baru berjudul ‘Apa’. Di single terbarunya ini, Petra berkolaborasi dengan Teddy Aditya.

Petra menulis lagu ‘Apa’ sebagai cara melontarkan pertanyaan yang pernah semua orang pertanyakan. “Apa sih yang sebenernya kita cari? Dari sekian banyak self-help book yang gue baca, nggak ada satupun yang berhasil menjawab ini,” kata Petra Sihombing dalam siaran persnya, Senin 27 April 2020.

Baca Juga: Yuk Ngomongin ‘Bijinya’ Petra Sihombing di Artikel Ini

Menurut dia, dalam menulis enggak selalu harus ada ujung positifnya. Kadang cuma pengin orang lain bisa ikut ngerasain, atau ikut mempertanyakan hal-hal yang dia pikirin

Petra juga mengaku senang dapat berkolaborasi dengan Teddy Aditya yang juga merupakan penulis lagu favoritnya. Dia juga puas dengan kolaborasinya bersama Teddy Aditya
“Kita berteman juga udah cukup lama dan deket. Setelah gue dapet reff-nya, gue kepikiran dia ikutan juga di lagu ini. Feeling gue cukup kuat kalau Teddy bisa nyampein sesuatu juga disini. Untuk penulis yang jarang pake Bahasa Indonesia, hasilnya wow banget. Gue senang banget karena ternyata dia bisa enjoy dalam proses penulisan ‘Apa’,” ujarnya.

Hal menarik lain dari lagu ini adalah desain artwork yang unik. Petra mengatakan ingin menyampaikan sesuatu dari desain artwork pada lagu “Apa”.

“Gue merasa manusia pasti nyari. Nyari terus aja. Kadang nggak tahu apa yang dicari. Dan sesuatu yang dalam sedang dalam proses, bentuknya kadang nggak balance dan berantakan,” ujar dia.

Tak hanya itu, Petra juga melanjutkan tradisi mengirimkan kartu pos sebagai media alternatif berkomunikasi dengan kerabat dan pendengar musiknya setiap merilis lagu. Namun di bulan ini, Petra mengirimkan dua kartu pos sekaligus, yaitu kartu pos berisi ucapan darinya langsung dan kartu pos kosong.

“Gue percaya kalau hidup lo banyak inputnya, harus banyak juga outputnya. Kalo enggak, kepenuhan. Bisa meledak atau hancur. Jadi sekarang gue ngasih dua kartu pos, satu buat lo, dan satu lagi buat orang terdekat lo. Biar orang lain pun bisa ngerasain apa yang lo rasain waktu dapat itu,” kata dia.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here