The Executive (Foto: Instagram/@id_theexecutive)

MINEWS, JAKARTA – Saat sedang asyik belanja, pernahkan kamu memperhatikan kalau sebagian besar nama-nama produk yang dijual di Indonesia menggunakan bahasa asing? Secara nggak sadar, kamu pasti beranggapan bahwa produk-produk tersebut berasal dari luar negeri.

Eits, jangan salah. Nggak semua brand dengan bahasa asing itu merupakan produk luar negeri, lho! Percaya atau nggak, merk-merk populer suatu produk yang tidak menggunakan bahasa Indonesia adalah produk local, alias asli Indonesia.

Penasaran produk Indonesia apa saja yang sering dikira berasal dari luar negeri? Simak daftarnya berikut ini:

1. J.CO

Kalau kamu mampir ke satu mall, pasti pernah menemukan toko yang wangi banget ini. Sudah jadi rahasia umum kalau produk yang sering mengadakan promo ini memang asli Indonesia.

Produk andalan J.CO adalah donatnya yang punya kualitas rasa yang oke. J.CO Donuts merupakan restoran dan waralaba yang mengkhususkan dalam donat, yoghurt beku, dan kopi.

Tahu siapa pemiliknya? Perusahaan ini didirikan dan dimiliki oleh Johnny Andrean Group pada tahun 2006. Cabangnya sudah tersebar ke beberapa Negara Asia, seperti Malaysia, Filipina, Tiongkok, dan Singapura.

2. CFC

Pecinta ayam, siapa yang belum tahu kalau brand ini juga berasal dari Indonesia? Nggak kalah enak dengan restoran ayam cepat saji merk sebelah, CFC ini juga cukup terkenal di Indonesia.

California Fried Chicken (CFC) ini awalnya bernama California Pioneer Chicken. Tapi di tahun 1989, ia melepaskan diri dari waralaba Pioneer Take Out – Amerika Serikat, makanya sekarang dikenal CFC.

Kini PT. Pioneerindo Gourmet International Tbk, perusahaan asli Indonesia, mengambil alih kepimilikan brand ini. Namanya aja California, tapi asalnya dari Indonesia.

3. Hoka-Hoka Bento

Masih ngomongin soal makanan. Kamu pasti nggak asing sama rstoran cepat saji aa Jepang ini kan?

Hoka-Hoka Bento, alias Hokben emang punya konsep yang Jepang banget. Nggak heran kalau orang-orang menyangka brand ini berasal dari Negeri Sakura, padahal asli Indonesia.

Restoran ini udah berdiri sejak 1985 di bawah naungan PT Eka Bogainti. Karena bukan dari Jepang, jadi kantor pusatnya nggak di Tokyo ya, melainkan di Jakarta.

4. Lea Jeans

Saat kamu lihat logonya, pasti kamu bakal berpikir bahwa merk tersebut berasal dari Amerika Serikat. Nggak salah sih, karena memang logonya merupakan bendera Negara tersebut.

Lea Jeans sendiri memang sengaja mem-branding dirinya seperti produk Amerika Latin, tapi kenyataannya produk ini merupakan karya anak bangsa, lho!

Lea Jeans diproduksi oleh PT Lea Sanent yang berlokasi di Tangerang. Produk jeans ini diproduksi sejak tahun 1971. Desain dan logonya memang berpusat pada Amerika, jadi nggak heran banyak orang yang tertipu.

5. Edward Forrer

Dari namanya memang terlihat kebarat-baratan, ya? Makanya nggak jarang orang mengira bahwa brand ini merupakan asli luar negeri.

Ternyata, nama Edward Forrer diambil dari nama desainernya sendiri yang berasal dari Bandung, lho! Bermula di tahun 1990-an, Edward yang akrab disapa Edo sebenarnya berasal dari keluarga yang kurang berasa. Namun ia tetap gigih untuk membuat sepatu dan bikin brand sendiri dan menjadi sukses.

Merk ini memproduksi sandal, sepatu, dan tas yang memiliki kualitas produk ciamik. Nggak heran penjualannya sudah mencapai banyak Negara seperti Australia, Malaysia, dan Hawaii. Edo bahkan membangun kantor di Australia agar produknya lebih terkenal di dunia internasional. Gokil!

6. The Executive

Kamu pasti sering menemukan toko pakaian ini di mal-mal besar kan? Biasanya orang-orang kantoran mampir ke sini untuk mencari pakaian kerja.

Menggunakan bahasa Inggris, siapa yang sangka kalau produk ini bukan dari luar negeri? Yup, The Executive berasal dari Indonesia.

Brand fashion ini diproduksi di Bandung, dan pertama kali didirikan oleh Johanes Farial yang bernaung di PT. Delami Garment Industries. Pemasarannya sudah mulai merambah ke Negara Asia Tenggara, salah satunya Malaysia.

7. 3second

Brand satu ini terkenal banget di kalangan anak muda. Berdiri sejak tahun 1997, merk satu ini memang digemari pecinta fashion streetwear. Nggak cuma untuk anak muda, tapi 3second juga menyediakan baju untuk anak-anak.

3second sudah tersebar di 369 store, bahkan hingga ke luar negeri. Pantas saja kalau kamu bakal dengan mudahnya menemukan toko pakaian ini di mal-mal besar. Apalagi, sekarang 3second juga bisa dipesan secara online.

8. Buccheri

Dengan kualitasnya yang bagus dan model yang menarik, membuaut Buccheri memberikan kesan seperti barang import. Namun sebenarnya Buccheri merupakan merk sepatu dan tas kulit ternama di dunia ini berasal dari Indonesia.

Merk ini pertama kali dikenalkan pada tahun 1980 oleh PT. Vigano Cipta Perdana. Berawal dari sebuah toko kecil di wilayah Pasar Baru, Jakarta Pusat, Buccheri kini telah memiliki lebih dari 90 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

9. Eiger

Cowok-cowok pecinta alam pasti nggak asing sama sama merk satu ini. Benar, Eiger adalah merk dari produk-produk yang berbau aktivitas alam bebas.

View this post on Instagram

Setiap orang perlu beristirahat sejenak dari kesehariannya. Berkemah dan menikmati suasana alam bebas dapat menjadi cara yang sederhana untuk beristirahat dari kejenuhan yang kamu alami sehari-hari. Jika Eigerian ingin merencanakan kegiatan berkemah, berikut hal-hal yang harus kamu persiapkan: . 1. Membawa Barang-Barang Penting Bawalah barang yang diperlukan saat berkemah seperti survival kit, barang pribadi seperti baju ganti dan alat mandi, serta kebutuhan perbekalan dan obat-obatan. 2. Memilih Tenda Sebelum berkemah, ketahui kondisi cuaca di area perkemahan. Jika kamu akan berkemah di musim hujan, pilihlah tenda yang memiliki rain fly untuk menghindari kebocoran. Selain itu, sesuaikan pula kapasitas tenda. 3. Mengikuti Prosedur Kemah Sebelum mendirikan tenda, pastikan kamu telah memberitahu pihak pengelola area perkemahan demi keamanan. Selain itu, pastikan juga kamu menggunakan peralatan yang ramah lingkungan dan jangan membuang sampah sembarangan dan mengotori area perkemahan. 4. Merencanakan Kegiatan Saat Berkemah Berkemah merupakan saat yang tepat untuk menikmati alam terbuka dan suasana kekerabatan bersama teman-teman atau keluarga. Tinggalkan kegiatan yang banyak melibatkan barang elektronik dan lakukanlah kegiatan interaktif yang menyenangkan. . Yuk, sharing pengalaman kamu apa saja kegiatan menyenangkan yang bisa dilakukan saat berkemah! *Berbagai sumber . #EigerAdventure #EigerTropicalAdventure #ExploreToShare #EigerInfo #Camping

A post shared by EIGER – TROPICAL ADVENTURE (@eigeradventure) on

Soal kualitas Eiger, nggak perlu dipertanyakan lagi. Tas-tasnya merupakan produk yang mendominasi pasar-pasar di Indonesia. Pemiliknya, Ronny Lukito, merupakan orang asli Indonesia.

10. Polygon

Polygon sudah sejak lama menjadi brand sepeda asli Indonesia yang disukai masyarakat. Sering dikira produk luar negeri, merk sepeda ini ternyata diproduksi di Sidoarjo, Jawa Timur. Ada beberapa jenis sepeda yang diproduksi, di antaranya sepeda gunung, sepeda mini untuk anak-anak, hingga sepeda lipat.

Banyak orang Indonesia yang mengira bahwa Polygon adalah produk impor. Soalnya, dulu produk sepeda ini justru dipromosikan pertama kali di luar negeri. Setelah sukses, barulah kembali ke Indonesia.

Masyarakat Indonesia harus bangga nih, karena sepeda ini pernah digunakan di UCI DH World Cup tahun 2013 oleh tim Internasional UR Team. Salut! (Dinda)