MATA INDONESIA, JAKARTA – Bermain bersama kucing kesayangan menjadi salah satu cara efektif seseorang dapat meredakan stresnya. Bermain lempar tangkap bola, bermain dengan alat tongkat mainan atau sekedar menggaruk-garuk manja sekitar leher kucing tentu bisa membuat mood kembali naik.

Ketika kita berbicara dengan mereka, tentu menatap ke arah wajah kucing bukan? Disanalah terdapat bulu-bulu panjang dan berwarna putih disekitar area mulutnya atau dikenal dengan Kumis Kucing.

Dilansir dari Meongers, kumis pada kucing dikenal sebagai vibrissae atau rambut taktil yang fungsinya ada bermacam-macam dan sangat peka terhadap rangsangan atau sentuhan. Ukurannya yang lebih tebal dari bulunya menjadikan kumis pada kucing benar-benar terhubung dengan ujung syaraf reseptor. Yang mana akarnya lebih dalam apabila dibandingkan dengan bulu.

Berikut merupakan penjelasan lebih dalam terkait fungsi kumis pada kucing:

1. Navigasi

Kumis mereka sangat sensitif sehingga bisa membantu kucing dalam mendeteksi perubahan arus udara. Kemampuan ini membantu kucing menavigasi dalam lingkungan yang gelap.

Sama halnya seperti manusia yang mendeteksi objek dalam kegelapan menggunakan bulu yang ada pada lengan tangan. Dengan menentukan perubahan arus udara, kucing dapat menghindari tabrakan dengan obyek.

Kemampuan mendeteksi arus udara juga membantu saat berburu karena kucing bisa mendeteksi potensi arah gerak cepat mangsa.

2. Memblusuk atau Pas?

Moncong kumis juga membantu kucing menentukan apakah ia bisa masuk atau tidak apabila hendak melalui lubang kecil. Secara teoritis, moncong kumis itu ukurannya hampir sama dengan lebar tubuh kucing.

Maka, jika kumisnya bisa masuk melalui sebuah lubang, itu artinya ia bisa masuk kedalam lubang tersebut. Ketika kucing memasukkan kepalanya (memblusuk) kedalam pembukaan lubang, dia tidak hanya sedang melihat sekitar saja. Namun dirinya juga melakukan tes apakah tempat tersebut cocok atau tidak baginya.

Kumis kucing bekerja lebih akurat apabila dirinya tidak memiliki permasalahan dengan berat badan jika dirinya bermasalah sudah dipastikan fungsi kumisnya tidak begitu akurat

3. Perlindungan Mata

Kumis diatas mata membantu kucing-kucing berburu di daerah rumput atau medan yang lebat. Kumis tersebut berfungsi untuk memicu kedipan kelopak mata. Jika ada cabang atau semak-semak yang berpotensi akan masuk ke mata kucing.

Kumis diatas mata juga membantu selama melakukan kontak dengan hewan lain. Termasuk pada manusia sehingga apabila disentuh akan menimbulkan kedipan mata.

4. Membantu Berburu

Kumis carpal adalah kumis yang terletak di bagian bawah pergelangan tangan kucing dan sangat berguna dalam berburu. Ketika kucing telah menangkap mangsa di kakinya, kumis carpal membantu menentukan setiap ada Gerakan dibawahnya.

Disamping itu karena kucing tidak bisa melihat dari jarak dekat maka kumis carpal tersebut membantu menentukan posisi tubuh mangsa. Hal tersebut berguna agar dapat menggigit dengan akurat.

5. Sensitifitas Kumis

Sensitifitas kumis merupakan tindakan yang sangat disayangkan apabila kita dengan sengaja atau tidak sengaja memotong kumis kucing yang sangat berharga tersebut. Karena hal ini dapat menghambat kemampuan berburu dan bahkan mengganggu kemampuan untuk menavigasi disekitar lingkungannya. Kucing mungkin menjadi takut dan bingung.

6. Indikator Suasana

Untuk mengetahui suasana hati kucing dapat dilihat dari posisi kumisnya. Ketika kumis menggantung longgar di kedua sisi itu artinya dia sedang santai.

Ketika bersiap-siap untuk pertempuran atau takut, maka kumis diratakan sejajar atau menempel pada wajah hal ini untuk mencegah kerusakan. Sedangkan pada situasi memberi peringatan atau berburu, kumis akan menghadap ke depan karena difungsikan untuk mendeteksi mangsa.

Reporter: Fifi Zuniarti

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here