Theresia Mariana Susanti
Theresia Mariana Susanti

MINEWS, JAKARTA – Setiap prajurit wanita TNI Angkatan Udara pasti mendambakan untuk menjadi pramugari pesawat kepresidenan. Apalagi mereka bisa berkeliling dunia, selain kebanggaan tersendiri untuk mendampingi Presiden RI.

Modal cantik saja tidak cukup lho gaes! Sebab para pramugari yang bertugas di pesawat Presiden RI ini jangan dianggap remeh. Mereka merupakan anggota militer terlatih dan mahir menembak serta beladiri.

Lalu apa saja syarat untuk bisa menjadi seorang pramugari pesawat kepresidenan? MINEWS.ID merangkum beberapa syarat yang harus dimiliki prajurit wanita TNI AU agar bisa menggapai impiannya tersebut. Yakni mulai dari fisik, intelektual, hingga beberapa hal lainnya.

Ketika dinyatakan lulus tes penerimaan saat mendaftarkan diri untuk masuk TNI, maka mereka juga harus lulus program pendidikan militer, sebelum akhirnya bisa menyandang pangkat Sersan Dua (Serda).

Pendidikan militer yang dijalani oleh para calon prajurit wanita TNI tidak jauh berbeda dengan prajurit pria. Mulai dari menguasai ilmu perang di segala medan, penggunaan berbagai senjata tempur, cara bertahan hidup, dan terjun payung khusus bagi calon Wanita Angkatan Udara (Wara).

Jika sudah menyandang pangkat Serda, prajurit TNI wanita akan ditempatkan ke berbagai satuan. Apabila berprestasi, bakal mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di Sekolah Calon Perwira (Secapa).

Untuk anggota Wara yang berparas cantik dan berprestasi, umumnya akan dididik secara khusus dan ditempatkan di satuan-satuan yang tugasnya banyak bertemu dengan masyarakat luas. Misalnya Dinas Penerangan TNI AU (Dispenau).

Selain di Dispenau, mereka juga bakal ditugaskan sebagai pramugari di pesawat VIP TNI Angkatan Udara. Kemampuan buat menjadi pramugari itu diperoleh melalui pendidikan khusus biasanya diselenggarakan Garuda Indonesia Training Center selama sekitar tiga bulan.

Dengan kemampuan militer dan pramugari, anggota Wara kemudian direkrut menjadi pramugari pesawat Presiden RI, yang tugasnya tidak jauh berbeda dengan pramugari di pesawat komersil. Mereka harus sopan dan ramah, tetapi tidak meninggalkan sisi kemiliterannya.

Sebelum bertugas, biasanya mereka bakal mendapat latihan militer tambahan diselenggarakan oleh Skadron VIP (Skadron Udara 17). Sehingga memiliki kemampuan menghadapi situasi apapun.