Ilustrasi penggunaan rokok elektrik (doc: istimewa)

MINEWS, JAKARTA–Penyebab kematian para pengguna vape atau rokok elektrik akhirnya terjawab. Ternyata akibatnya bukan gara-gara vapenya, tapi karena liquid atau cairan vapenya. Kenapa begtu?

Ketua Asosiasi Penasihat Vaper Indonesia (APVI) Aryo Andrianto mengatakan bahwa berita meninggalnya beberapa orang di Amerika Serikat (AS) karena korban mengkonsumsi Tetrahydrocannabino (THC) yang diekstrak menjadi liquid. bahan ini mengandung unsur utama psikoaktif yang terdapat di dalam tanaman ganja dan dijual secara illegal di Amerika.

Tak hanya itu, kata dia, ada juga ditemukan kandungannya terdiri dari muatan minyak Vitamin E dosis tinggi dengan menggunakan media yang sama dengan alat vape yang biasa di gunakan. Artinya ini kasuistis.

“Kami merasa perlu untuk memberikan klarifikasi kepada semua pihak termasuk kepada pemerintah mengenai vape itu sendiri. Kami selama ini telah menjalin hubungan yang baik duduk bersama pemerintah dalam membuat kebijakan khusus bagi industri vape,” ujar Aryo.

Dia menyebutkan, kabar tentang adanya korban meninggal dan beberapa pemberitaan negatif mengenai vape, membuat publik tidak mendapatkan informasi berimbang dan adil mengenai vape.

Soalnya vape di Indonesia, belum pernah ditemukan kasus yang meninggal karena kegiatan vaping legal pada umumnya. Padahal industri Vape indonesia sudah ada sejak tahun 2012.

“Kalaupun disinyalir ada, itu adalah oknum bandar narkoba yang mencari kesempatan menggunakan media vape sebagai cara menjual produk narkoba yang jelas dilarang di Indonesia,” kata dia.

Aryo menjelaskan, efek kecanduan nikotin dalam kandungan cairan vape tidak lebih sama dengan efek kecanduan teh atau kopi yang selama ini di konsumsi orang banyak.