Busana girlband Kpop Red Velvet dalam video musik Umpah Umpah yang dituding plagiat. (Foto: soompi.com)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru-baru ini Reveluv, sebutan bagi penggemar Red Velvet, dibuat geram karena idolnya mengalami pelecehan seksual di ‘Dear U. Bubble’. Banyak pengguna yang dengan sengaja mengirimkan chat mesum ke Red Velvet.

Sebagai informasi, ‘Dear U. Bubble’ adalah layanan berlangganan pada aplikasi LYSN yang memungkinkan penggemar untuk secara langsung menghubungi berbagai artis dari SM Entertainment. Pengguna juga akan menerima konten eksklusif dari sang idola.

Baru-baru ini, beberapa percakapan penggemar dengan Red Velvet dalam portal tersebut telah membuat geram. Percakapan yang bocor tersebut mengungkapkan bahwa anggota Red Velvet telah menerima pesan yang tidak pantas.

Salah satunya berbunyi, “Apakah Anda akan mengunggah gambar-gambar seksi?”.

BACA JUGA: Kondisi Wendy ‘Red Velvet’ Pasca Jatuh, Tetap Riang Meski Tak Bisa Kunyah Makanan

Pengguna lain juga ada yang mengatakan kepada anggota Red Velvet untuk melepas pakaian mereka setelah para member Red Velvet menyatakan jika cuaca terlalu panas.

Beberapa penggemar kemudian menyuarakan keprihatinan mereka. “Masalahnya adalah mereka mengirim pesan pelecehan seksual atau peradangan, dan mereka membocorkannya seolah-olah mereka pamer,” ujar seorang penggemar.

“Saya tidak tahu mengapa mereka membayar layanan, tetapi saya berharap mereka semua dituntut,” imbuh lainnya yang dilansir dari Allkpop pada Rabu 24 Juni 2020.

BACA JUGA: Astaga! Shin Se Kyung Sempat Jadi Target Nth Room, Kasus Pelecehan Seksual Lewat Video

Menanggapi hal ini, SM Entertainment kemudian memposting pemberitahuan di LYSN dengan judul “Pedoman untuk Tindakan Yang Dilarang Terkait Dengan Penggunaan Layanan Bubble” pada Senin 22 Juni 2020. Pedoman tersebut menyatakan bahwa setiap pengguna yang mengirim pesan tanda-tanda cabul baik dalam bentuk teks mau pun frasa akan diblokir.

Agensi tersebut selanjutnya menyatakan bahwa pengguna yang mengirim pesan termasuk konten yang disebutkan yang menyebabkan ketakutan atau kecemasan akan dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here