MATA INDONESIA, JAKARTA – Daft Punk, duo musisi asal Prancis, dikenal dunia dengan gayanya yang menarik menggunakan helm robot.

Sebelum terkenal, Daft Punk adalah sebuah grup band bernama Darlin’ pada 1992 yang beranggotakan 3 orang, Guy-Manuel de Homem-Christo, Thomas Bangalter, dan Lauren Brancowitz.

Pada tahun 1993, Darlin’ merilis sebuah album berjudul Shimmies in Super 8 dengan lagu yang dimainkan bergenre garage rock. Sayangnya genre yang dibawakan banyak yang menganggap “a daft punky trash” yang berarti sampah. Dari anggapan tersebut, melahirkan nama Daft Punk dimana sebagai awal dari pembuktian sebuah sampah nantinya akan sukses.

Seiring berjalannya waktu Lauren Brancowitz memilih keluar dari Darlin’ dan bergabung dengan band Indie Phoenix, sedangkan Guy dan Thomas melanjutkan kariernya sebagai Daft Punk di tahun 1993.

Album debut mereka, Homework (1997), didukung oleh single “Around the World” dan “Da Funk”. Album kedua mereka, Discovery (2001), didukung oleh hit single “One More Time”, “Digital Love” dan “Harder, Better, Faster, Stronger” serta album ketiga mereka, Human After All (2005), dengan single “Robot Rock” dan “Technologic” yang sukses di Inggris.

Pada 2006, Daft Punk mempertunjukan live show-nya di festival musik Coachella dan di 2007 mereka memulai tur dunia serta merilis album live kedua, Alive, setelah 10 tahun lalu juga merilis album pertamanya pada 1997. Di dua tahun ini yang menjadikan nama Daft Punk semakin dikenal dunia sekaligus menjadi pertunjukan live terbaik yang pernah ada.

Pada 2013, single terpopuler yang juga menempati posisi pertama di tangga lagu di seluruh dunia keluar, “Get Lucky”, menampilkan Pharrell Williams dan Nile Rodgers. “Get Lucky” merupakan single utama dari album keempat, Random Access Memories, yang didalamnya juga ada Giorgio Moroder, Julian Casablancas dan beberapa musisi lain yang berkolaborasi dengan Daft Punk.

Bersama dengan mereka, Daft Punk kembali memproduksi album Starboy milik The Weeknd yang merupakan single utama mereka yang menempati posisi pertama di tangga lagu Amerika Serikat. “I Feel It Coming” ditutup sebagai lagu album terakhir.

Daft Punk memenangkan 6 penghargaan Grammy Awards. 4 di antaranya dimenangkan oleh album keempat Random Access Memories sebagai Album of The Year dan “Get Lucky” sebagai Record of The Year pada tahun 2013.

Selain bermusik, Daft Punk punya bakat di dunia film. Mereka menulis script serta menyutradai sebuah film genre sci-fi pada tahun 2006 berjudul Electroma dan menjadi cameo dalam film “Tron: Legacy” tahun 2010.

Daft Punk dikenal dengan ciri khas mengenakan helm robot di setiap penampilan. Helm yang dipakai Guy dan Thomas tidak pernah dilepas sejak 1996. Menurut Daft Punk, helm itu dipakai bukan karena fashion atau kepentingan penjualan, namun lebih menyerupai pernyataan sci-fi glam.

Alasan lain yang diperkuat ialah agar dunia lebih fokus pada musik yang dibawakan bukan pada wajah artis. Di dunia ini banyak sekali musisi yang tidak mahir dalam bernyanyi, melainkan lebih mengandalkan fisik untuk menjadi terkenal.

Reporter: Rama Kresna Pryawan

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here