Ilustrasi (Foto: Istimewa)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Zaman sekarang siapa sih yang nggak tahu celana chino? Nah, buat kamu para pemakai celana chino, sudah tahu asal-muasal celana chino belum?

Chino sebenarnya adalah sebutan untuk pakaian dari kain jenis twill, yang awalnya terbuat dari katun 100 persen. Jenis pakaian yang paling umum terbuat dari bahan tersebut adalah celana panjang, yang kemudian disebut chinos. Bahkan, sekarang ada juga yang terbuat dari campuran katun-sintetis.

Sesuai dengan namanya, celana ini memang mempunyai kaitan dengan negeri tirai bambu tersebut, yaitu Cina. Seperti yang dilansir dari Wedzig, disebutkan bahwa celana chino telah hadir di dunia fashion Amerika sejak abad ke-20 yang materialnya menggunakan katun dan diimpor langsung dari daratan Tiongkok.

Pada awalnya, celana chino dibuat untuk dipakai sebagai seragam militer dan untuk beberapa pria dari golongan tertentu saja. Nama chino sendiri dibuat agar tidak merepotkan penyebutan jenis celana ini, oleh sebab itu nama Chino pun dipilih.

Selain itu, cerita lain juga menyebutkan bahwa nama celana chino diambil dari bahasa spanyol yang artinya ‘toast’, yang merujuk kepada warna tradisional asli dari celana itu sendiri. Namun, menurut beberapa sejarah fashion, celana chino muncul ketika Amerika telah berhasil menduduki negara Filipina setelah perang selesai antara Amerika dan Spanyol.

Istilah nama celana Chino sendiri muncul saat warga Filipina yang pada saat itu menggunakan bahasa campuran Tagalog dan bahasa Spanyol kala itu menyebut celana yang dipakai oleh tentara Amerika dengan Chino, yang berarti merujuk pada penyebutan negara Tiongkok tersebut dalam bahasa Spanyol.

Menurut beberapa sumber, celana Chino pernah menjadi tren saat masa Perang Dunia ke-2. Di mana pada saat itu, pabrik Cramerton Mills di California sebagai pabrik pemasok kapas terbesar membuat jutaan celana prajurit militer pada era Perang Dunia ke-2.

Kemudian setelah perang berakhir, para tentara militer tetap memakai celana perangnya untuk aktivitas sehari-hari. Akhirnya, di tahun 1950 masyarakat umum di Amerika pun mulai tertarik dan ikut memakai celana Chino untuk pergi ke kantor atau ke kampus.

Saat ini, celana Chino pun kembali disukai banyak pria. Padahal menurut sejarah, celana Chino sebenarnya sudah populer sejak dulu lho.

Selain dipakai oleh tantara Amerika, juga dikenakan oleh kalangan selebriti dunia. Celana Chino pun menjadi simbol fashion pria dunia di berbagai kalangan, baik untuk figur publik, pelajar, maupun pekerja kantoran.

Alasan lain kenapa celana Chino banyak disukai pria, karena celana chino tidak seperti celana kaki yang memiliki desain longgar dan baggy yang terlihat tidak terlalu trendi saat dikenakan.

Sedangkan celana Chino sendiri memiliki desain bersiluet cutting dan slim fit dengan garis trim sempurna yang mampu membungkus bentuk dan panjang kaki, sehingga akhirnya saat dipakai celana ini akan jauh terlihat lebih menarik.

Sementara itu, sekarang celana chino terus dikembangkan dengan campuran bahan katun dengan model dan warna yang menarik. Jika dulu celana Chino dianggap celana yang membosankan dan kuno, kini Chino menawarkan tampilan yang lebih segar dan mampu menjawab banyak permintaan gaya seiring dengan berkembangnya zaman.

Reporter: Indah Utami

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here