Peerada Namwong (Foto: Instagram)

MATA INDONESIA, BANGKOK – Apa yang terlintas di pikiran Kamu ketika mendengar kata Thailand? Destinasi wisata yang indah, gajah, film komedi romantisnya, atau bahkan ladyboy?

Yup, ngomongin soal Ladyboy, bisa dibilang Thailand adalahsurganya para transgender. Maka jangan sampai salah ketika Kamu bertemu wanita cantik, bisa jadi dia adalah seorang laki-laki.

Salah satu selebgram terkenal Thailand, Peerada Namwong, juga merupakan seorang laki-laki. Wajah cantiknya itu berhasil memikat 125 ribuan follower di Instagram. Ia juga populer di Facebook dan sudah menjaring lebih dari 90 ribu pengikut.

Usia Peerada saat ini masih begitu muda, yakni 18 tahun. Ia baru saja lulus dari Asumption College, sekolah Katolik khusus laki-laki di Bangkok.

View this post on Instagram

จบแย้ววว🎉🎊💐

A post shared by Peerada Namwong (@piggynoii) on

Peerada Namwong memang sejatinya terdaftar sebagai siswa laki-laki. Ia bersekolah di Kini dia telah lulus dan menjadi fulltime blogger di blog pribadinya, Chouxcream.

Sejak kecil, Peerada memang sudah berbeda dari teman-temannya. Perilakunya yang kemayu itu membuat dirinya di-bully teman-temnya, bahkan teman sekelasnya sering mengintip saat dia ke kamar mandi.

“Setiap kali pergi ke toilet aku harus benar-benar waspada dan mendengarkan pergerakan di luar. Kalau ada orang yang memanjat dan mengintip kan suaranya bisa terdengar,” tutur Pareeda, seperti dikutip dari China Press.

Trauma karena selalu diintip, Peerada takut ke kamar mandi dan tidak pernah masuk ke sana lagi selama lima tahun di sekolah. Untuk menyiasati agar tidak perlu buang air kecil, dia menghindari minum air putih selama belajar di sekolah.

“Aku tahu kita harus minum air putih, dan perlu banyak minum air setiap hari agar kulitnya bagus. Tapi aku benar-benar tidak mau terus-terusan hidup jadi korban bully,” curhatnya.

Setelah lulus dari sekolah dasar, Peerada semakin mantap dengan jati dirinya sebagai wanita. Orang tuanya yang awalnya tak tahu keinginan anaknya, justru mendukung keputusan Peerada.

Orang tuanya meminta Peerada untuk minum suplemen hormon yang diresepkan dokter, bukan obat hormon ilegal yang ia pernah beli lewat online shop. Bahkan, sang ibu mengatakan dia diharuskan menjalani terapi hormon di rumah sakit.

“Ibuku bilang, kalau benar-benar sudah memutuskan jadi perempuan, pergi ke rumah sakit dan ikuti arahan dokter. Cara ini lebih aman,” tuturnya.

Berbeda dengan saat di SD, Peerada merasa lebih diterima di sekolahnya yang sekarang. Beberapa guru bisa memahami kondisinya tapi ada segelintir yang tidak. Dia pun sehari-hari belajar memakai seragam laki-laki untuk mengikuti aturan sekolah.

“Aku juga berpakaian mengikuti aturan sekolah. Impianku adalah membuat orang-orang sadar agar tidak mendiskriminasi karena gender,” tambahnya.

Peerada Namwong kini menghidupi dirinya sendiri tanpa bantuan orangtua. Agar bisa terus terapi hormon dan menjadi wanita tentu diperlukan biaya besar dan kebutuhan itu tidak disokong ayah dan ibunya.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here