MATA INDONESIA, JAKARTA – Miris rasanya di saat pandemik Covid melanda semua negara termasuk Indonesia, sejumlah pejabat memperlihatkan gaya hidup mewah. Padahal, kondisi masyarakat banyak yang kondisi ekonominya menurun.

Salah satu contoh yang kurang terpuji diperlihatkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. Saat ia ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta tanggal 25 November 2020 pada dini hari bersama istrinya, Iis Rosita Dewi, ia menggunakan sejumlah barang dan membawa barang-barang yang harganya ratusan juta.

Menteri yang baru menjabat sekitar satu tahun ini ditetapkan sebagai tersangka atas kasus ekspor benih lobster. Saat ditangkap KPK. Edhy diketahui telah membelanjakan uang hasil curiannya untuk barang-barang mewah senilai Rp 750 juta. KPK menyita beberapa barang mewah untuk dijadikan barang bukti, antara lain jam tangan Rolex, jam tangan Jacob n Co, tas Louis Vuitton, tas Chanel, koper Tumi, serta sepatu Louis Vuitton.

Untuk harga jam tangan Rolex yang dibeli Edhy ditaksir bernilai lebih dari Rp 150 juta. Jam tangan asal Swiss ini dilapisi emas, perak, dan kristal. Sedangkan harga jam Tangan Jacob n Co biasanya dibandrol mulai harga Rp 16 juta sampai Rp 50 miliar.

Tas asal Prancis, Louis Vuitton juga turut disita. Tas mewah dengan model crossbody berwarna hitam itu dijual dengan harga Rp 52,7 juta. Sedangkan, harga untuk tas Chanel berwarna putih yang masuk dalam koleksi small flap dijual dengan harga Rp 60,8 jt.

Semua barang disita oleh KPK merupakan barang fashion. Masyarakat saat ini memang menempatkan kedudukan seseorang berdasarkan apa yang ia dipakai. Semakin mahal barang yang dikenakan, semakin tinggi pula kedudukan orang itu.

Makanya, tak heran jika banyak orang yang rela menguras isi dompetnya hanya untuk membeli barang-barang mewah. Segala macam cara pun dihalalkan untuk memenuhi tuntutan ini salah satu nya dengan korupsi.

Turmono Rahardjo, Pakar Komunikasi Universitas Semarang, mengatakan bahwa gaya hidup hedonis yang ditampilkan pejabat negeri memicu melestarikan korupsi di Indonesia.

“Saat seseorang terbiasa hidup mewah, sulit untuk mengubahnya ke gaya hidup sederhana” ujarnya.

Gaya hidup mewah tidak hanya dilakukan pejabat setingkat menteri. Kasus terbaru yaitu Sri Wahyuni Maria Manalip, Bupati Talaud yang ditetapkan sebagai tersangka suap proyek di Kabupaten Talaud.

Lihat saja yang disita KPK. Sejumlah barang mewah dan uang tunai dengan nilai total lebih dari Rp 500 juta yang diduga bagian dari suap yang diterima Sri Wahyuni. handbag Channel seharga Rp 97.360.000; tas Balenciaga Rp 32.995.000; jam tangan Rolex Rp 224.500.000; anting berlian Adelle Rp 32.075.000; cincin berlian Adelle Rp 76.925.000 dan uang tunai sebesar Rp 50.000.000.

Reporter: Diani Ratna Utami

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here