Ilustrasi dokter
Ilustrasi dokter

MATA INDONESIA, JAKARTA- Situasi pandemi Covid-19 menjadi pembelajaran bagi Indonesia khususnya di bidang kesehatan. Saat ini, seluruh dunia sedang berjuang melawan Covid-19. Seiring dengan meluasnya wabah ini, masalah-masalah di bidang kesehatan semakin terlihat jelas.

Jika kamu terjangkit positif Corona kamu dapat melakukan isolasi di tempat yang telah disediakan oleh pemerintah. Namun kalau susah dan sulit mendapatkan tempat isolaso, sebaiknya isolasi mandiri di rumah.

Perawatan di rumah juga dapat menghentikan penyebaran COVID-19, jika dilakukannya dengan disiplin. Dalam masa-masa seperti ini, layanan rawat inap rumah sakit lebih diprioritaskan untuk orang-orang yang mengalami gejala lebih parah. Virus Corona ini tak memandang status ataupun profesi. Isolasi mandiri di rumah menjadi salah satu cara yang direkomendasikan kepada masyarakat. Jika memiliki gejala ringan atau positif tanpa gejala dapat melakukan isolasi di rumah. Tetapi harus melaporkan kepada tenaga medis agar mendapatkan perawatan juga.

Dilansir dari Covid19.go.id, ”Selama dirawat di rumah, kamu dapat memperoleh panduan dan konsultasi online dari layanan telemedik. Pemerintah telah bekerjasama dengan 20 penyedia layanan telemedik untuk membantu pasien yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona, lalu melakukan isolasi mandiri. Layanan ini gratis! Kamu dapat menghubunginya melalui www.atensi.or.id#members.”

Saat melakukan isolasi mandiri kamu tak perlu repot-repot untuk pergi ke rumah sakit atau melakukan konsultasi secara langsung. Sekarang, dapat melakukan konsultasinya secara daring.

Petugas kesehatan pun akan tetap mengawasi proses isolasi mandiri berjalan dan mereka diperkenankan mengakses seluruh platform telemedik untuk konsultasi medis jarak jauh. Menggunakan telemedik dalam isolasi mandiri hal yang penting untuk masyarakat. Sebab, masyarakat dapat menerima pesan-pesan yang harus dilakukan selama berada di rumah. Tak semua orang yang merasakan gejala infeksi virus Corona dianjurkan untuk ke rumah sakit. Dengan melalui telemedik, kesehatannya akan tetap diperhatikan oleh petugas kesehatan.

Orang yang melakukan isolasi mandiri di rumah, biasanya memiliki rumah yang layak serta memadai. Isolasi di rumah juga harus mematuhi protokol kesehatan, agar tak menularkan virus tersebut ke anggota keluarga lainnya.

Hindari berinteraksi langsung dengan anggota keluarga di rumah. Apalagi, berkomunikasi dengan jarak yang dekat dan tak menggunakan masker, virus tersebut akan menular secara cepat.

Adapun hal yang harus diperhatikan dalam menjalani isolasi mandiri di rumah menurut Dr. Maydie, yang dilansir dari Covid19.go.id, antara lain: Pertama, pantau suhu tubuh dua kali sehari guna memastikan stabil. Jika suhunya terus naik, maka segera periksakan ke rumah sakit terdekat. Kedua, pasien harus berada di dalam kamar dan tidak keluar guna menghindari penularan ke anggota keluarga lainnya. Bagi anggota keluarga, harus menggunakan masker.

Ketiga, fasilitas kamar yang ditempati pasien diusahakan terdapat ventilasi agar sirkulasi udara berjalan normal. Keempat, usahakan peralatan makan seperti piring, gelas, sendok, dan garpu tersendiri atau tidak campur dengan anggota keluarga lainnya. Begitu juga dengan pakaian yang dikenakannya dipisahkan, serta direndam menggunakan air panas dan deterjen. Kelima, keluarga terdekat harus menjalani rapid test dan jika statusnya pekerja maka wajib segera menginformasikan ke kantornya agar segera melakukan tracing dan penyemprotan desinfektan di lingkungan tempat kerja.”

Reporter: Azizah Putri Octavina

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here