Ilustrasi sleepwalking (pixabay)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tidur berjalan atau dalam bahasa medisnya disebut dengan somnabulisme adalah kondisi ketika seseorang yang sedang tidur namun dia dapat berjalan atau melakukan aktifitas lainnya. Banyak orang memahami bahwa sleepwalking hanya kondisi orang yang berjalan dalam tidurnya.

Namun ternyata seseorang yang mengalami sleepwalking bisa saja melakukan aktifitas seperti makan, membuka mulut, membuka lemari, bahkan keluar rumah dalam kondisi tidak sadar. Dilansir dari web kesehatan SehatQ, menjelaskan bahwa sleepwalking terjadi selama periode tidur NREM (nonrapid eye movement), yakni sekitar 1-2 jam setelah tertidur.

Secara umum, penderita yang sering mengalami tidur berjalan ini lebih sering terjadi pada anak-anak dan tidak menimbukan bahaya karena sleepwalking terjadi hanya beberapa saat saja. Jika seseorang mengalami sleepwalking, matanya akan terbuka, padahal ia sebenarnya masih tertidur.

Bila kamu mengajaknya berbicara, orang tersebut akan menjawab dengan jawaban yang tidak jelas. Para ahli menyarankan untuk tidak membiarkan orang yang sedang sleepwalking dan harus segera membangukan orang tersebut dengan cara yang pelan dan tidak mengagetkan.

Penyebab sleepwalking belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini kerap sekali dipengaruhi oleh faktor genetik, yang berarti jika orangtua, kakak, atau adik satu darah yang memiliki kebiasaan sleepwalking, kamu juga memiliki kemungkinan untuk mengalaminya.

Sleepwalking atau tidur berjalan juga dapat dipicu oleh kurangnya tidur, stres, trauma, terlalu banyak meminum alkohol, narkoba, efek samping obat sedatif, dan mengalami gangguan tidur seperti obstructive sleep apnea dan restless legs syndrome. Umumnya, sleepwalking atau tidur berjalan tidak memerlukan pengobatan khusus.

Namun bila sleepwalking muncul karena gangguan kesehatan lainnya, penyakit tersebut harus diatasi terlebih dulu guna meminimalkan terjadinya tidur berjalan. Jadi pastikan tidak ada penyakit yang menyebabkan sleepwalking, dengan menjalani pemeriksaan medis.

Reporter: Nining Melani

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here