Kue nagasari (pinterest)

MATA INDONESIA, JAKARTA–Anak zaman sekarang pasti hanya sedikit yang tahu tentang kue tradisional nagasari. Namanya saja nagasari, tapi sama sekali tidak memakai bahan dari buah naga. Nama nagasari ternyata memiliki cerita tersendiri, loh!

Kue nagasari atau nogosari (dalam bahasa Jawa) merupakan kue tradisional yang sudah ada dari generasi ke generasi. Namun, asal usul kue nagasari belum diketahui dari mana. Banyak yang mengatakan berasal dari Indramayu, Jawa Barat dan sebagian mengatakan dari Jawa.

Kue nagasari memiliki arti yang berasal dari kata Naga dan Sari. Seperti yang kita tahu, naga merupakan binatang melegenda di Cina yang melambangkan kejayaan, keberhasilan, dan kehormatan.

Sedangkan kata sari sendiri berarti isi utama dari suatu benda. Jadi, jika digabungkan nagasari memliki arti suatu benda yang terhormat.

Melansir dari laman Ilo Raditio, ada cerita yang berbeda mengenai asal usul kue nagasari. Berawal pada tahun 1528 Masehi, Adipati Hadiwijaya menyambut Mawiku Astapa yang sedang menempuh pejalanan ke Gelgalang yang singgah terlebih dahulu ke Pelabuhan Nusupan.

Adi Hadiwijaya mempersembahkan hidangan yang terbuat dari tepung beras berisi irisan pisang. Sang Mahawiku sangat terkesan dengan ketulusan dari tuan rumah.

Akhirnya, Mahawiku Astapa mengadakan upacara Homa Yadnya untuk kesejahteraan bumi Panjang. Kemudian Mahawiku menanam pohon dewandaru.

Akhirnya, Adipati Hadiwijaya memberi hidangan persembahan yang telah mengesankan Mahawiku Astapa. Hidangan itu bernama nagasari untuk mengenangnya.

Warnanya yang putih bercampur kuning di tengah mirip dengan warna bunga pohon dewandaru. Kue Nagasari terbuat dari tepung beras, tepung sagu, santan, dan gula yang berisi irisan pisang.

Kue ini bercita rasa gurih dan manis, paduan rasa yang pas ketika sudah masuk ke dalam mulut. Memiliki tekstur lembut dan kenyal yang hampir sama dengan pudding. Di bungkus menggunakan daun pisang agar aromanya wangi.

Selain bahan-bahan yang mudah di cari, cara pembuatan kue nagasari ini sangat mudah dan bisa dipraktikan di rumah. Bisa menjadi hidangan ketika ada acara atau di makan sendiri menjadi camilan.

Seiring perkembangan zaman, kue nagasari tidak hanya berisi pisang, ada variasi lainnya, salah satunya kue nagasari mutiara. Rasanya tidak berbeda jauh.

Hanya saja, tanpa menggunakan pisang di dalamnya, warna pink yang dihasilkan dari mutiaranya membuat tampilannya menjadi cantik. Kue nagasari bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional.

Reporter: Laita Nur Azahra

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here