Gangguan Pendengaran
Gangguan Pendengaran

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hampir 2,5 miliar orang di seluruh dunia, atau 1 dari 4 orang, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mengalami gangguan pendengaran pada 2050.

Tahun 2021 setidaknya 700 juta orang dengan gangguan pendengaran membutuhkan akses ke telinga dan perawatan rehabilitasi lainnya.

“Kemampuan kita untuk mendengar sangat berharga. Gangguan pendengaran yang tidak diobati dapat berdampak buruk pada kemampuan orang untuk berkomunikasi, belajar, dan mencari nafkah. Itu juga dapat berdampak pada kesehatan mental masyarakat dan kemampuan mereka untuk mempertahankan hubungan,” Kata Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Kurangnya informasi yang akurat, menjadi stigmatisasi terhadap penyakit telinga. Bahkan, penyedia layanan kesehatan sering kali terdapat kekurangan pengetahuan tentang pencegahan, identifikasi awal, dan pengelolaan gangguan pendengaran.

“Sehingga menghambat kemampuan mereka untuk memberikan perawatan yang diperlukan,” Kata WHO.

Di sebagian besar negara, mengakses layanan perawatan merupakan tantangan bagi mereka yang menderita penyakit telinga dan gangguan pendengaran. Banyak negara yang belum mengintegrasikan perawatan telinga dan pendengaran ke dalam sistem kesehatan nasional.

Sumber daya manusia menjadi kesenjangan yang paling mencolok dalam sistem kesehatan. Namun, hal ini dapat ditutup melalui integrasi perawatan telinga dan pendengaran ke dalam perawatan kesehatan primer melalui strategi seperti pembagian tugas dan pelatihan.

Di antara negara-negara berpenghasilan rendah, sekitar 78 persen memiliki kurang dari satu spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) per satu juta penduduk dan 93 persen memiliki kurang dari satu audiolog per satu juta.

Sementara itu, hanya 17 persen yang memiliki satu atau lebih ahli terapi wicara per satu juta dan 50 persen memiliki satu atau lebih guru untuk tuna rungu per sejuta.

Reporter : Mega Suharti Rahayu

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here