Virus Corona asal Brasil
Virus Corona asal Brasil

MATA INDONESIA, JAKARTA – Telah banyak varian baru dari virus Corona yang menyebar, seperti varian asal Inggris yang dikenal dengan B.1.1.7 dan asal Afrika Selatan (B.1.351). Namun, saat ini para ilmuwan dibuat cemas dengan virus varian terbaru yang baru saja terdeteksi, varian dari virus corona asal Brasil (P1).

Sebetulnya,  munculnya varian baru dari Virus Corona bukanlah hal yang tidak terduga, semua virus pasti berkembang. Namun, beberapa dari perkembangan virus itu sendiri ada yang justru lebih berbahaya dan menular dibandingkan versi sebelumnya.

Salah satu varian yang mengkhawatirkan dikabarkan merupakan varian dari Brasil (P1) yang muncul pada Desember 2020 di Manaus, Brasil, dan di pertengahan Januari sudah menyebar dengan cepat di banyak tempat.

Januari 2021, kasus pertama varian P1 terdeteksi di Amerika Serikat (AS). Departemen kesehatan AS kemudian mengambil 50 sampel kasus secara acak dari pasien positif Covid-19 setiap minggunya. Diketahui orang-orang yang terinfeksi tersebut sebelumnya telah berpergian ke Brasil. “Jika ditanyakan, apa yang paling mengkhawatirkan dari semua hal yang saya dengar sejauh ini, adalah fakta adanya laporan peningkatan mendadak kasus di Manaus,” kata Pakar Virus Universitas Massachusetts, Jeremy Luban.

Ia juga mengatakan, sebelum varian itu tiba di Amerika Serikat, Manaus sudah membuat 75 persen orang di Manaus terinfeksi. Ada dua pertanyaan yang masih membuat para Imuwan cemas, para ilmuwan tidak mengerti mengapa virus corona asal Brasil itu menyebar begitu eksplosif dan membawa serangkaian mutasi yang sangat berbahaya.

Sementara Virus Corona varian baru dari Inggris membutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk mewabah di Inggris, P1 hanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk mendominasi wabah di Manaus.

Terdapat satu studi yang memperkirakan bahwa seharusnya virus tidak dapat menyebar dengan mudah di suatu wilayah. Lalu mengapa di kota Manaus ini, justru mengalami lonjakan penyebaran yang begitu tinggi?

Para Ilmuwan berfikir, kemungkinan P1 menghindari antibodi yang dibuat untuk melawan versi virus sebelumnya dan membuat penularan menjadi lebih mudah. Risiko paling tinggi terkena varian P1, ada pada orang-orang yang sudah berusia lanjut dan memiliki kondisi penyakit bawaan yang signifikan.

Infeksi dari varian baru telah menjadi pusat perhatian hingga saat ini. Seperti varian dari Afrika Selatan, P1 juga membawa sekelompok virus yang bermutasi dan mengikat antibodi, “Target utama virus varian baru ini adalah sistem kekebalan tubuh,” kata pakar virus dari Institut Nasional Penyakit Menular di Afrika dan Universitas KwaZuluNatal.

Mutasi dari virus varian baru ini membantu virus menghindari antibodi pada tubuh manusia sehingga para ilmuwan menyebutnya virus yang sejenis dengan jubah tembus pandang. Ia bahkan berfikir, tidak akan ada solusi tunggal yang muncul pada tahun 2021.

Vaksin yang saat ini tersedia memnag dirancang untuk virus versi sebelumnya, namun para ilmuwan percaya vaksin tersebut maih berfungsi untuk melawan virus varian baru itu, meski tidak akan cukup baik seperti melawan virus versi sebelumnya. Hasil laboratorium menunjukkan vaksisn Pfizer dapat melindungi tubuh dari varian baru meski masih sedikit kurang efektif.

Vaksin dari Oxford-AstraZeneca juga menunjukkan vaksinnya dapat melindungi tubuh dari varian Inggris, namun kurang efektif terhadap varian Afrika Selatan. Saat ini diperkirakan akan lebih banyak muncul varian baru di masa depan, sehingga para ilmuwan di seluruh dunia sedang mewaspadai perkembangan virus Corona saat ini.

Reporter : Anggita Ayu Pratiwi

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here